Dua Nama Ini Disebut Kandidat Kuat Ketum PP Pertina
Selasa, 1 Maret 2016 | 14:43 WIB
Jakarta - Brigjen (Pol) Johny Asadoma dan pengusaha media MNC Group Hary Tanoesoedibyo disebut-sebut menjadi dua kandidat terkuat untuk diusung pada Munas Pertina April mendatang. Selain kedua nama itu masih ada nama Komjen (Pol) Syafruddin yang kini mengemban tugas sebagai Kalemdikpol.
Ketua Harian Pertina DKI Jaya Hengki Silatang membenarkan nama Johny Asadoma adalah calon paling santer yang beredar dikalangan Pertina.
"Saya optimis Johny Asadoma mampu memimpin Pertina ke depan dan saat ini dukungan untuk dia sudah ada 19 suara. Saya optimis dia akan mampu terpilih menjadi ketua," ujar Hengki yang juga Humas KONI Pusat itu di Jakarta, Selasa (1/3).
Johny Asadoma bukanlah figur asing di kalangan tinju amatir indonesia. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur selain pernah mengemban tugas penting di Internal Polri juga berlatar belakang petinju amatir.Tercatat sejumlah prestasi berhasil diukir pria kelahiran Denpasar 8 Januari 1966 , merebut medali emas di kelas layang SEA Games-12 1983 di Singapura, lalu emas Piala Presiden VII di Jakarta 1984.
"Dengan prestasinya yang cukup cemerlang di pentas tinju amatir rasanya pantas menjadi calon ketua umum," tambah Hengki lagi.
Sementara di internal Pertina sendiri cenderung mengusung pengusaha Hary Tanoesoedibyo menggantikan Reza Ali.
"Pak HT sangat pas menjadi Ketua Umum karena beliau aktif membantu pendanaan Pertina setiap bulannya," ujar sumber di Pertina yang tidak ingin disebutkan.
Siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua Umum Pertina kedepan akan memikul tugas dan beban yang tidak ringan. Absennya cabang tinju amatir di olimpiade Beijing 2008 dan London 2012 menjadi pekerjaan rumah Pengurus baru nantinya.
Mengingat prestasi tinju amatir di kancah Olimpiade terbilang cukup menjanjikan yakni menembus delapan besar atau perempat final melalui Fery Moniaga Olimpiade Muenchen 1972, Albert Papilaya Olimpiade Barseloa 1992 dan La Paene Massara Olimpiade Atlanta 1996.
Selain itu prestasi tinju amatir di tingkat SEA Games dan Asian Games juga harus menjadi prioritas kepengurusan yang baru. Setelah era Bonix Saweho praktis tidak ada lagi emas di arena SEA Games. Begitu juga Asian Games terakhir kali diukir Pino Bahari pada Asian Games Beijing 1990.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




