60 Persen Virus di Jaringan Selular Disebabkan Smartphone

Jumat, 4 Maret 2016 | 22:22 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Customer Services mencoba tipe ponsel pintar di sebuah gerai penjualan, Jakarta, 5 Februari 2016.
Customer Services mencoba tipe ponsel pintar di sebuah gerai penjualan, Jakarta, 5 Februari 2016. (BeritaSatu Photo/David Gita Roza)

Espoo, Finlandia - Nokia Security Center Berlin, yang dioperasikan oleh Threat Intelligence Lab Nokia, merilis hasil penelitian yang menunjukkan smartphone telah melampaui komputer dan laptop berbasis Windows(TM), dan sebagai penyebab 60 persen kegiatan malware di ranah seluler.

Laporan Threat Intelligence Report Nokia juga mengungkap peningkatan malware berbasis iOS, malware Android yang semakin canggih serta ancaman ransomware selular yang semakin meningkat.

Pimpinan Threat Intelligence Lab Nokia, Kevin McNamee, mengatakan, laporan ini meneliti tren umum serta statistik dari virus-virus malware di perangkat yang terkoneksi melalui jaringan seluler maupun tetap. Data diagregat di mana teknologi deteksi malware Nokia digelar, yang meliputi lebih dari 100 juta perangkat.

"Sekuriti merupakan perhatian utama setiap perangkat dengan IP address, apakah itu Android, iPhone atau bahkan PC Windows yang terkoneksi ke jaringan seluler. Sementara, virus Android terus meningkat dan menjadi semakin canggih. Kami merupakan yang pertama menemukan bahwa malware iOS berada di 20 teratas, dengan XcodeGhost sebagai malware malware keempat yang paling sering terdeteksi," ujar Kevin dalam siaran persnya, Jumat (4/3).

Akibat penurunan kegiatan adware, tingkat virus secara keseluruhan di jaringan seluler turun dari 0,75 persen menjadi 0,49 persen pada PC berbasis Windows yang terkoneksi ke Internet via jaringan selular di semester kedua 2015.

Pada periode yang sama, tingkat virus smartphone meningkat dan menjadi penyebab 60 persen dari virus yang terdeteksi di jaringan-jaringan selular. "Android masih merupakan platform selular yang merupakan target utama malware," kata Kevin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon