Program "Si Gareng" Pacu Tingkat Kepatuhan Penderita Diabetes

Senin, 14 Maret 2016 | 23:59 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes

Jakarta - Sejak diterapkan pada tahun 2015, program Sistem Informasi Gateway Puskesmas Cengkareng (Si Gareng) telah berhasil mengendalikan tingkat kepatuhan berobat pasien Diabetes Melitus (DM) di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan penyakitan DM merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan saja. Untuk mengendalikan penyakit DM ini di Jakarta, maka diperlukan kepatuhan berobat para penderita DM.

"Untuk membuat kepatuhan semakin tinggi, kita menggunakan instrumen media sosial (medsos). Memang yang sekarang pakai SMS atau pesan pendek di telepon seluler. Saya sudah bilang untuk menggunakan media yang lain seperti whatss app, twitter dan dan sebagainya," kata Koesmedi seusai menghadiri acara Presentasi dan Wawancara Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Kementerian Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (Kempan RB), Jakarta, Senin (14/3).

Dengan adanya program inovasi Si Gareng ini, lanjutnya, nilai kepatuhan berobat penderita DM naik menjadi 75 persen di tahun ini dari awalnya 35 persen di tahun 2015. Sedangkan jumlah pasien DM di Jakarta hingga saat ini mencapai 600 orang.

"Tentunya akan meningkatkan tingkat kepatuhan. Juga menurunkan uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan oleh pasien. Dengan cara sms ini bisa seperti itu. Tetapi nanti kalau ketuk pintu layani hati sudah sampai ke wilayahnya, maka pasien nggak perlu lagi ke puskesmas, tapi dokter yang ke rumahnya," ujarnya.

Program inovasi Si Gareng yang diterapkan Puskesmas Cengkareng untuk pasien DM, telah diikutkan dalam Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016. Diharapkan inovasi ini bisa masuk dalam kompetensi tersebut dan bisa menang.

"Kita masukkan 24 program inovasi, tapi yang diikutsertakan hanya satu program. Jadi yang 23 program itu gugur," terangnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon