Djarot: Program "Si Gareng" Bakal Diterapkan di Seluruh Puskesmas
Selasa, 15 Maret 2016 | 00:02 WIB
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan, program Sistem Informasi Gateway Puskesmas Cengkareng (Si Gareng) akan diterapkan di 43 Puskesmas Kecamatan tahun ini.
Program inovasi pelayanan kesehatan bagi penderita Diabetes Miletus (DM) dinilai berhasil meningkatkan tingkat kepatuhan penderita DM untuk berobat.
"Program Si Gareng ini khusus memberikan pelayanan kepada penderita DM di Jakarta," kata Djarot saat pemaparan dalam acara Presentasi dan Wawancara Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 di Kementerian Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (KemPAN-RB), Jakarta, Senin (14/3).
Diungkapkannya, alasan program Si Gareng ini dikhususkan untuk pasien DM, dikarenakan penyakit DM ini tidak bisa disembuhkan. Bila sudah dalam kondisi parah, DM bisa menyebar yang mengakibatkan sakit jantung, menyerang ginjal dan menimbulkan kebutaan.
Tidak hanya itu, angka kematian akibat DM di Jakarta cukup tinggi. Sehingga, Pemprov DKI harus berupaya untuk menurunkan angka kematian akibat DM di Ibu Kota. Untuk itu lah, Puskesmas Cengkareng sudah memulai program Si Gareng sejak tahun 2015 lalu.
"Saya tuh tadi jelasinnya sudah seperti dokter khusus DM atau konsultan DM. Kebetulan kasus ini sudah saya lakukan di Blitar. Hanya saja, konteksnya berbeda. Kalau di Blitar untuk semua penyakit, disini hanya DM saja," ujarnya.
Bila program Si Gareng ini sudah mapan diterapkan oleh Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat, maka program ini segera diterapkan di seluruh puskesmas kecamatan dibawah koordinasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
"Dengan demikian, kita bisa memberi pelayanan sangat dasar tentang DM kepada masyarakat. Juga memberikan pengetahuan pada mereka yang belum paham tentang penyakit ini," jelasnya.
Program Si Gareng merupakan program pelayanan Puskesmas Cengkareng bagi penderita DM. Untuk berobat, mereka tidak perlu susah payah lagi mengambil nomor antrian. Mereka bisa mendaftarkan diri satu hari sebelum jadwal berobat melalui SMS. Ketika datang ke Puskesmas, mereka tinggal datang untuk berobat.
Menteri PAN dan RB, Yuddy Chrisnandi mengatakan pihaknya mengadakan kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 agar dapat mengetahui program inovasi pelayanan publik yang tengah diterapkan oleh pemerintah daerah di Indonesia.
"Nantinya kami bisa menyosialisasikan program inovasi ini ke seluruh instansi," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




