Aremania Selalu Picu Semangat Alfarizie

Selasa, 5 April 2016 | 09:06 WIB
AS
JS
Penulis: Aries Soediono | Editor: JAS
Pemain Arema Cronus Indonesia, Johan Ahmad Alfarizie.
Pemain Arema Cronus Indonesia, Johan Ahmad Alfarizie. (Suara Pembaruan/Aries Sudiono)

Malang - Ada salah faktor yang membuat pemain Arema Cronus Indonesia, Johan Ahmad Alfarizie, selalu tampil bersemangat membela klub asal Malang itu. Menurut Pemain Terbaik Piala Bhayangkara 2016 ini, kehadiran Aremania selalu membuat dirinya terpicu untuk tampil sebaik-baiknya membela klub Malang tersebut.

"Buat saya, begitu saya mendengar nyanyian Aremania saya langsung semangat, capek-capek rasanya menjadi hilang dan harus bermain maksimal," tandas Alfarizie.

Melaksanakan instruksi pelatih juga menjadi salah satu kunci yang selalu dipegang erat-erat setiap kali tampil membela timnya. "Bagi saya, berlatih dengan baik sesuai program pelatih, bermain sesuai instruksi pelatih dan selalu menunjukkan yang terbaik dan bermain dengan motivasi tinggi jadi salah satu kuncinya," ujar pemain yang sudah memiliki satu putra itu.

Ikatan Alfarizie dengan Aremania memang sangat kuat. Ini karena sejak kanak-kanak dia adalah anggota Aremania dan sudah sering menonton langsung kiprah tim kesayangannya di markas Arema saat itu, Stadion Gajayana di Kota Malang.

"Dia itu awalnya dari Aremania yang selalu hadir ketika Arema main di Stadion Gajayana, Kota Malang. Sebagai Aremania cilik kelahiran Sumberpucung, dia datang ke Stadion Gajayana dengan menumpang kereta api," ujar Media Officer Arema Sudarmaji.

Munculnya nama Alfarizie sebagai pemain terbaik menjadi kejutan bagi banyak pihak mengingat posisi pemain asli didikan Arema itu bukan posisi ideal untuk terpilih menjadi seorang pemain terbaik. Namun pemilik nomor punggung Arema, 87 itu harus diakui memberi peran besar dan selalu tampil bagus bagi timnya sepanjang turnamen.

"Peran dia (Alfarizie) di tim cukup besar. Selalu tampil sebagai starter, pemain yang lahir dari binaan Akademi Arema sejak usia remaja itu banyak mendukung serangan dari sayap kiri. Ia juga banyak membantu dan bersedia turun ke belakang membantu pertahanan. Perannya semakin menonjol begitu ia membuat gol penentu kemenangan Arema di semifinal saat melawan Sriwijaya FC," kata Sudarmaji lagi.

Alfarizie meniti bermain bola mulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Sumberpucung, hijrah ke SSB AMS Kepanjen, dan baru kemudian direkrut di Arema Akademi Malang (AAM) dan berkesempatan jadi anak gawang.

Bagi pemain yang sudah jadi suporter Arema sejak kecil itu, persaingan menjadi yang terbaik di lapangan tidak harus berlaku bagi pemain posisi tertentu, seperti penyerang atau striker. Dia juga mengaku tak gentar jika harus bersaing dengan pemain asing.

Lantas untuk apa uang Rp 150 juta yang diraihnya sebagai hadiah Pemain Terbaik Piala Bhayangkara 2016? Alfarizie mengaku uang itu akan digunakannya untuk membantu yatim piatu dan selamatan atas keberhasilannya itu. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon