Hasil Perkebunan Sawit Topang Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

Sabtu, 9 April 2016 | 15:24 WIB
SS
FH
Penulis: Sahat Oloan Saragih | Editor: FER
Ilustrasi Kelapa Sawit
Ilustrasi Kelapa Sawit (ANTARA FOTO/Antara)

Pontianak - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cristiandy Sanjaya SE, mengatakan, hasil perkebunan sawit (Crude Palm Oil/CPO) merupakan salah satu komoditi yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Kalbar dimasa depan.

"Oleh sebab itu, perkebunan sawit ini harus dikelola dengan baik dan benar sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Kalbar dan tidak merusak lingkungan," ujar Cristiandy Sanjaya, usai melakukan rapat dengan tim KPK dan Kementerian Pertanian (Kemtan) serta dinas instansi terkait, Jumat (8/4).

Sebelumnya, kata dia, ada sejumlah komoditi yang menjadi andalan Kalbar yaitu karet dan hasil pertambangan. Sayangnya, lanjut Cristiandy, harga karet sangat rendah sehingga sulit untuk diandalkan.

"Sementara, hasil pertambangan juga tidak bisa diandalkan lagi sejak keluarnya peraturan tentang larangan ekspor bahan mineral mentah. Jadi, komoditi yang dapat diandalkan menopang perekonomian Kalbar dimasa mendatang adalah sawit. Sebab itu, pengelolaan perkebunan sawit harus ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Menurut Cristiandy, pengelolaan sawit baik oleh korporasi swasta, masyarakat dan pemerintah, harus dilakukan dengan baik dan benar. Untuk mendukung pengelolaan perkebunan sawit ini, lanjut dia, pihak Pemprov Kalbar sudah mengupayakan pembangunan infastruktur khususnya pelabuhan ekspor.

"Keberadaan infrastruktur dan pelabuhan itu sangat penting, karena selama ini ekspor CPO yang dihasilkan dari Kalbar selalu di kirim melalui daerah lain. Akibatnya, ekspor tersebut tidak pernah tercatat dari Kalbar. Kondisi ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi wilayah ini," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon