Basuki Sebut Sensus Ekonomi Bantu Pencocokan Data Usaha di DKI

Minggu, 1 Mei 2016 | 15:39 WIB
DP
FH
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FER
Basuki Tjahaja Purnama.
Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyambut baik adanya sensus ekonomi 2016 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, sensus ekonomi ini akan sangat membantu pencocokan data bagi warga, khususnya DKI yang memiliki usaha rumahan.

"Dengan mencocokkan data yang sensus dengan data yang saya punya, saya bisa tahu. Nah saya bisa tahu data ini untuk apa, untuk bantu orang termasuk mana yang benar mana yang salah," ujar Basuki di kediamannya, kawasan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (1/5).

Basuki sendiri menjadi orang pertama di DKI yang dilakukan sensus ekonomi 2016 ini sejak dimulai pada 1 Mei ini hingga 30 Mei mendatang. Sensus ekonomi 2016 merupakan kegiatan pendataan lengkap seluruh unit usaha perusahaan di berbagai aktivitas usaha, baik permanen, keliling, maupun rumah tangga, termasuk usaha online didalamnya.

Basuki sendiri pada Kamis (28/4) telah melepas sebanyak 22.035 petugas sensus ekonomi di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

"Saya juga mengimbau para warga di DKI, kalau ada petugas datang, tolong diterima. Ini bukan mau mengejar pajak. Ini dalam rangka supaya kami lebih mudah dan membantu saudara dalam mengembangkan usahanya termasuk perizinannya," katanya.

Basuki menjelaskan, data sensus ekonomi ini juga akan mempermudah pihaknya dalam menyusun anggaran pengembangan untuk mendukung ekonomi. Terutama, kata dia, ekonomi rumah tangga informal yang selama ini tidak pernah diketahui. Jika data sudah diketahui, lanjutnya, pihaknya pun bisa dengan mudah menyalurkan bantuan kredit kepada para pelaku usaha atau mendukung prasarana atau perizinan apapun kepada mereka.

"Kami sekarang condong seperti ini. Kita tidak pernah kebayang sekarang itu orang di rumah bisnis online dan ada virtual office. Makanya, saya juga katakan tata ruang kita musti diverifikasi. Indonesia tidak pernah punya data itu," katanya.

Pasalnya, lanjut dia, dalam sensus 10 tahun terakhir, saat itu belum banyak jenis-jenis usaha yang berbasis online seperti saat ini, termasuk juga working place. Oleh karena itu, Basuki menilai, sensus ekonomi ini sangat menguntungkan saat hasilnya nanti diketahui.

"Kita harus temukan, ini kekuatan kita dari usaha apa yang strategis, ekonominya apa. Kalau tanpa data, kita tidak tahu. Tentu makanya saya harap yang melakukan sensus ini mendata dengan betul, jangan ngarang karena ini buat persaingan bangsa ini," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon