Wali Kota Bogor Tolak Hukuman Kebiri
Senin, 16 Mei 2016 | 17:06 WIB
Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai, pemerintah dan aparat penegak hukum harus menggunakan pendekatan hukum yang lebih tepat terkait dengan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang semakin marak menimpa anak-anak.
Bima sepakat bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi merupakan kejadian luar biasa. Namun, hukuman kebiri dinilai tidak menyelesaikan persoalan. Menurut dia, hal yang perlu dibenahi adalah hulu dari masalah tersebut, salah satunya pola pengasuhan dari keluarga.
"Tidak cukup hanya memperberat hukuman, apalagi kebiri. Saya heran dengan tokoh yang berbicara soal kebiri. Saya pikir mereka bicara lebih ke politis dan emosi," katanya di Balai Kota, Senin (16/5).
Masalah kekerasan seksual pada anak, lanjut Bima harus ditangani dari hulu dan tidak cukup dengan sanksi hukum yang sangat berat. "Buat apa hukuman yang sangat berat tapi hulunya tidak diperbaiki. Anak-anak kita rusak karena gawai, internet, game, dan pergaulan. Berapa ratus generasi muda yang akan menjadi pelaku atau korban? Menurut saya, harus ada pendekatan hukum yang lebih tepat," kata Bima.
Dicontohkan Bima, hukuman untuk para penyalahgunaan narkoba sudah cukup berat. Namun, kenyataanya di lapangan hukuman berat itu tidak membuat pelaku jera. Bahkan, kondisi lembaga pemasyarakatan semakin penuh oleh pelaku penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, Bima menilai perlunya kehati-hatian dalam memilih pendekatan.
Persoalan kekerasan seksual pada anak, tutur Bima, persoalannya bukan hanya pada ujungnya saja. Ada faktor lain, seperti instrumen pendidikan, keluarga, masyarakat yang berperan dalam maraknya kasus itu. Oleh karenanya, ia menilai perlunya perangkat hukum menyentuh hulu persoalan, bukan hanya ujungnya saja. "Saya sepakat harus disikapi serius, tetapi tidak dikebiri," ucapnya.
Lebih lanjut, Bima mengatakan perlunya ada pembatasan penggunaan gawai di kalangan anak-anak, termasuk akses internet yang begitu mudah tanpa pengawasan. Ia pun melihat hampir seluruh anak-anak di perkotaan dibekali gawai oleh orangtuanya tanpa pengawasan yang baik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




