TNI dan United States Pacific Command Gelar Latihan Bersama

Senin, 25 Juli 2016 | 22:03 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Waasops Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro pada upacara pembukaan Latihan Bersama (Latma) Gema Bhakti 2016, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin, 25 Juli 2016.
Waasops Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro pada upacara pembukaan Latihan Bersama (Latma) Gema Bhakti 2016, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin, 25 Juli 2016. (Istimewa)

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan bersama (Latma) dengan United States Pacific Command (USPACOM) di Jakarta, Senin (25/7). Latma yang diberi nama Gema Bhakti 2016 itu diikuti 136 peserta. Mereka teridiri dari 79 perwira TNI (AD,AL dan AU), 54 USPACOM dan 3 orang unsur sipil (PMI, Basrnas dan BNPB). Latma berlangsung mulai 25 Juli hingga 2 Agustus 2016.

Latma dibuka Waasops Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro, dihadiri Pa Sahli Tk-II Bidang Intekmil Panglima TNI Brigjen TNI Raharyono selaku Direktur Latihan, Kolonel Laut (P) Sultan Dajnieb (Han), Pabandya-3/Latma Non Asean PabanVII/Latma Sops TNI Letkol Laut (P) Amrin Rosihan, selaku Lead Planner.

Dari USPACOM hadir Colonel Rusty Spray selaku Chief of Staff, Colonel Stephen Logan Deputy Commander dan Colonel Rudolph Ligsay selaku Exercise Director.

Hardjo dalam sambutannya mengemukakan Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki hubungan kerjasama yang sangat baik. Kerja sama yang telah terjalin lama itu merupakan suatu pondasi dari diselenggarakannya kegiatan latihan bersama ini.

"Latihan bertujuan memperlihatkan kerjasama antara TNI dan USPACOM dalam mengatasi bencana alam. Latihan juga sebagai sarana bertukar pengalaman dan pengetahuan serta kerjasama dalam operasi penanggulangan becana alam," kata Hardjo.

Dia berharap Latma dapat dijadikan forum meningkatkan kepercayaan, wahana bertukar pengetahuan tanpa menghilangkan rasa saling menghargai atas standar prosedur yang ada. Pada akhirnya tercapai tujuan bersama yaitu, koordinasi yang melekat antara aktor kemanusiaan.

Sementara, Komandan USPACOM Brigadier General John Hillyer menyatakan Latma merupakan latihan tingkat operasional yang tidak fokus pada detail di tingkat taktis. Namun dirancang untuk menterjemahkan petunjuk strategis kedalam operasional. Kemudian dapat digunakan sehingga menghasilkan respon yang efektif.

"Personel yang mengikuti latihan ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Diperlukan sebuah pedoman umum untuk adanya kesepakatan bersama. Pedoman umum tersebut berupa prosedur yang disebut Multinational Force Standing Operating Procedures (MNF SOP). Fungsinya sebagai pedoman bagi semua negara untuk merencanakan dan melaksanakan operasi bersama dalam kontijensi multinasional di seluruh dunia," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon