Imbas Insiden Penembakan, Bandara Intan Jaya Papua Ditutup Warga

Minggu, 28 Agustus 2016 | 09:24 WIB
RI
WP
Penulis: Robert Isidorus | Editor: WBP
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (SP/Roberth Isidorus)

Jayapura - Bandara Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Papua ditutup warga dengan cara dipalang yang diduga imbas penembakan warga sipil bernama Etinus Sondegau (15) yang tewas oleh oknum anggota Brimob. Selain itu, akses informasi ke wilayah ini juga masih tertutup.

"Jaringan handphone telah dimatikan oleh warga yang bertugas menjaga tower sehingga akses informasi ke Kabupaten Intan Jaya sampai masih terisolasi, " kata Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Sabtu (27/8) malam.

Kapolda mengatakan, kepolisian masih melakukan penyilidikan soal tewasnya warga sipil yang diduga akibat peluru anggota Brimob. Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab insiden tersebut karena keterbatasan jaringan komunikasi. "Besok kami akan sana," ujarnya.

Dari informasi dan pantauan lapangan Beritasatu.com, sekitar pukul 11.15 WIT Sabtu kemarin, terjadi pemalangan di pertigaan Jalan Pasar Sugapa oleh tiga pemuda mabuk akibat pengaruh minuman keras. Ketiganya kerap menghadang orang yang melintas. Kemudian dua anggota Brimob BKO Kabupaten Intan Jaya lewat. Salah seorang anggota Brimob turun dan memukul satu di antara tiga pemuda mabuk itu. Alhasil, dua pemuda lainnya melarikan diri ke Kompleks Pasar Lama dan dikejar anggota Brimob sambil mengeluarkan tembakan.

Melihat kejadian tersebut, anggota Polsek Sugapa menegur anggota Brimob agar tidak perlu mengejar pemuda itu, dan mengeluarkan tembakan peringatan. Setelah ditegur, keduanya kembali ke guest house (tempat tinggal).

Tak lama berselang, anggota Brimob kembali bersana 10 temannya guna mencari ketiga pemuda tersebut. Lima anggota Brimob mencari ke kompleks Pasar Lama sambil mengeluarkan tembakan. Sementara lima anggota lainnya masuk ke halaman Mapolsek Sugapa sambil mengeluarkan tembakan.

Tidak lama berselang, datang seorang pemuda ke Polsek Sugapa menginformasikan bahwa seorang remaja terkena peluru. Kejadian ini memicu sekitar 200 massa yang didominasi ibu-ibu mendatangi Mapolsek Sugapa dengan membawa jenazah. Massa semakin bertindak anarkis dengan membakar polsek. Setelah mapolsek terbakar, masa membubarkan diri dan membawa jenazah ke rumah duka orangtuanya.

Untuk diketahui, kekuatan personel Polsek Sugapa berjumlah 18 orang, sementara Brimob BKO berjumlah 16 personel yang kini tengah bersiaga di guest house. Pascapembakaran Polsek Sugapa, situsai terkendali.





















Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon