Pengeboran Terowongan MRT Sudah Tembus Stasiun Dukuh Atas
Jumat, 9 September 2016 | 13:11 WIB
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Dono Boestami mengungkapkan, mesin bor bawah tanah keempat proyek MRT Jakarta yang bernama "Mustikabumi II" telah menembus Stasiun Dukuh Atas, Jalan Tanjung Karang.
"Mesin bor Mustikabumi II ini sudah dioperasikan sejak April 2016 lalu dari Stasiun Bundaran HI, dengan total panjang terowongan sekitar 678 meter. Dan per 5 September, Mustikabumi II sudah berhasil tembus ke Stasiun Dukuh Atas," kata Dono, Jumat (9/9).
Diterangkannya, mesin Bor Mustikabumi II ini memiliki diameter sekitar 6,79 meter, dengan total panjang 59 meter. Dan bobot mencapai 300 ton, mulai dari bagian kepala hingga bagian akhir.
"Untuk gambaran cara kerja Tunnel Boring Machine (TBM) Bor Mustikabumi II ini, setiap mesin bor melakukan penggalian ke arah depan," ujarnya.
Kemudian langsung diikuti pemasangan segmen terowongan berupa potongan-potongan precast dengan lebar 1,5 meter dan ketebalan 30 cm yang akan membentuk cincin di belakangnya.
"Setiap ring yang telah terpasang akan menjadi tumpuan hydraulic jacks dari mesin TBM untuk mendorong maju ke depan," tuturnya.
Dono menerangkan, untuk pengerjaan paket konstruksi bawa tanah proyek MRT Jakarta, pihaknya menggunakan empat mesin bor bawah tanah. Mesin bor tersebut digunakan untuk membuat terowongan jalur bawah tanah MRT sepanjang Senayan sampai dengan Bundaran HI.
Dua mesin bor bawah tanah telah dioperasikan dari arah selatan, Patung Pemuda, menuju ke arah Utara. Lalu, dua mesin bor bawah tanah lainnya dioperasikan dari arah utara, Bundaran HI, menuju arah selatan.
Pekerjaan pembuatan terowongan empat bor bawah tanah nantinya akan berakhir di Stasiun Setiabudi. Direncanakan seluruh pekerjaan akan selesai pada akhir tahun 2016.
Untuk pengerjaannya hingga saat ini, mesin bor pertama (Antareja) yang mulai beroperasi sejak September 2015 telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 1.752 meter.
Sedangkan mesin bor kedua (Antareja II) telah dioperasikan sejak November 2015. Dan telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 1.503 meter.
"Saat ini mesin bor pertama (Antareja) dan kedua (Antareja II) tengah melakukan melakukan pengeboran dari Stasiun Istora menuju Stasiun Bendungan Hilir," terangnya.
Selanjutnya, untuk Mustikabumi I yang telah dioperasikan mulai dari titik Bundaran HI sejak Februari, hingga saat ini sudah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 682,5 meter. Lalu, sejak Mustikabumi II mulai beroperasi dari lokasi yang sama sejak April 2016, telah melakukan pekerjaan pembuatan terowongan sepanjang 678 meter.
"Kedua mesin bor ini bergerak melakukan penggalian membuat terowongan jalur bawah tanah MRT menuju arah Selatan hingga menembus Stasiun Dukuh Atas dan akan dilanjutkan hingga berakhir di Stasiun Setiabudi," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




