Pentingnya Peran Ayah dalam Perkembangan Anak

Jumat, 30 September 2016 | 14:59 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Kegiatan talkshow media Baby Happy Aku & Ayah Happy Day's Out di Jakarta, Jumat 30 September 2016.
Kegiatan talkshow media Baby Happy Aku & Ayah Happy Day's Out di Jakarta, Jumat 30 September 2016. (Istimewa)

Jakarta – Peran ayah sama pentingnya dengan peran ibu yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan anak. Apa saja pengaruhnya?

Psikolog anak dan dosen Universitas Tarumanegara (Untar), Naomi Soetikno, mengatakan, setiap orang tua ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, lanjut dia, diperlukan kerja sama dan kekompakan antara ayah dan ibu agar sang buah hati bertumbuh dan berkembang baik secara fisik dan psikologis.

"Tidak hanya tugas seorang ibu dalam membesarkan anak di rumah, tetapi peran ayah sangat besar dalam sebuah keluarga selain mencari nafkah," ungkap dia di talkshow media Baby Happy Aku & Ayah Happy Day's Out di Jakarta, Jumat (30/9).

Menurut Naomi, ada empat unsur peran ayah, yaitu structure, warm, accessibility dan playing. Rumah tangga akan lemah arahnya jika tidak memiliki kepala keluarga yang tegas menerapkan aturan bagi anak-anaknya. Tetapi ini perlu diimbangi dengan ayah yang warm kepada anak-anak dimana seorang ayah dapat menjadi tempat buah hati mencurahkan isi hatinya. Yang ketiga, seorang ayah harus mudah diakses oleh anak di sela-sela pekerjaannya.

"Hal ini membuat sang anak akan selalu merasa aman dan terlindungi walaupun ia sedang tidak bersama ayahnya," paparnya.

Terakhir, lanjut dia, adalah playing dimana ayah harus termotivasi untuk bermain bersama anak-anaknya. Pada balita usia 0-2 tahun, bermain bersama ayah akan membantu perkembangan sensor motorik mereka; sedangkan pada balita usia 2-5 tahun akan membantu perkembangan logika mereka.

Anak yang banyak bermain bersama ayahnya logika dalam berpikir akan lebih jalan, mereka akan lebih mudah bersosialisasi, sedangkan anak yang lebih dekat dengan ibunya akan menjadi anak yang lebih hangat disebabkan sifat ibu yang lebih ngemong.

"Tentunya akan sangat baik jika anak dekat secara emosional dengan kedua orang tuanya," jelas Naomi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon