2 Tahun Jokowi-JK, Pemerintah Dinilai Positif dalam Pemerataan Pembangunan
Senin, 17 Oktober 2016 | 08:21 WIB
Jakarta - Pada 20 Oktober 2016, Pemerintahan Joko Widodo (Jokowii)-Jusuf Kalla (JK) akan genap dua tahun. Wasekjen PPP Achmad Baidowi menyatakan banyak capaian yang telah diraih oleh pemerintah dalam kurun waktu tersebut.
Dicontohkannya, pada bidang infrastruktur, sentuhan kebijakan pemerintah sudah mulai terasa di belahan bumi nusantara.Visi pembangunan Indonesia Sentris dan tidak lagi Jawa Sentris menyebabkan mulai terasanya pemerataan pembangunan infrastruktur.
"Mulai dari jalan raya, jalan kereta api, pelabuhan laut, bandar udara hingga pasar. Dana sebesar Rp313,5 triliun digelontorkan pemerintah untuk membangun infrastruktur secara merata di seluruh Indonesia pada 2016," kata Baidowi yang akrab disapa Awiek, Senin (17/10).
Harapannya, ketika semua itu sudah rampung, jarak dan ketimpangan antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur, kian dekat. Sehingga kemajuan bersama dapat lebih cepat terwujud.
Begitupun di bidang kesehatan, lanjut Awiek yang duduk di Komisi II DPR. Bahwa penerapan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Kartu Indonesia Sehata (KIS) turut membantu peningkatan pelayanan kesehatan bagi penduduk.
Dari sisi pembangunan manusia, pemerintah telah mulai menggerakkan ribuan tenaga pengajar untuk menghasilkan manusia-manusia Indonesia berkualitas dari berbagai penjuru. "Penerapan KIP maupun beasiswa bagi siswa miskin turut serta meningkatkan kualitas pendidikan," imbuhnya.
Dalam bidang politik, Presiden Jokowi juga dinilai mampu melakukan konsolidasi politik di tingkat nasional menjadi lebih stabil. Sehingga hubungan pemerintah-parlemen lebih harmonis meskipun sempat 'hambar' di awal pemerintahan akibat polarisasi poros kekuatan KMP-KIH.
Salah satu kredit poin disampaikan kepada Pemerintah lagi adalah terkait suksesnya pilkada serentak tahap I pada tahun 9 Desember 2015 dan akan menghadapi pilkada serentak tahap II pada 15 Februari 2016.
"Sementara dalam bidang ekonomi memang sempat terseok akibat dampak kondisi ekonomi dunia, namun belakangan mulai bangkit. Perombakan kabinet di sektor ekonomi berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ulasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




