Hujan Tak Halangi Warga Tionghoa Bengkulu Beribadah di Kelenteng

Sabtu, 28 Januari 2017 | 12:03 WIB
U
AB
Penulis: Usmin | Editor: AB
Ilustrasi beribadah di kelenteng.
Ilustrasi beribadah di kelenteng. (Antara)

Bengkulu - Hujan yang mengguyur Bengkulu sejak Jumat (27/1) malam hingga Sabtu (28/1), tidak menghalangi warga Tionghoa mendatangi Kelenteng untuk menjalankan ibadah Imlek tahun 2568. Pantuan SP di Bengkulu, sejak pukul 08.00 WIB, terlihat warga Tionghoa terdiri anak-anak, kaum muda, dan orang tua, mendatangi kelenteng dan wihara untuk menjalankan ibadah Imlek 2568.

Khusus di Wihara Buddhayana yang terletak di kampung Pecinan Bengkulu, ibadah Imlek dilakukan sejak Jumat malam hingga Sabtu. Ibadah di Wihara Buddhayana dilakukan secara bersama-sama dipimpin seorang pendeta. Sedangkan di kelenteng, warga Tionghoa melaksanakan sembahyang Imlek sendiri-sendiri. Hal ini terlihat di Kelenteng Air Suci, Tapak Jedah, Kota Bengkulu.

Warga Tionghoa sejak pagi mendatangi Kelenteng Air Suci untuk menjalankan ibadah Imlek. Mereka silih berganti memasuki salah satu ruangan di kelenteng tersebut untuk melaksanakan ibadah.

Karena itu, pada hari Imlek Kelenteng Air Suci sangat ramai didatangi warga Tioghoa untuk melaksanakan ibadah. Warga yang datang tidak hanya dari Kota Bengkulu, juga dari beberapa daerah di Provinsi Bengkulu.

Seusai menjalankan ibadah Imlek di kelenteng dan wihara, warga Tionghoa kembali ke rumah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga. Sebab, pada perayaan Imlek keluarga yang berada di luar kembali semua untuk berkumpul.

"Keluarga kami setiap Imlek kumpul semua yang merantau di berbagai daerah di Tanah Air, kembali ke Bengkulu untuk merayakan Imlek dan menggelar doa bersama meminta kepada Sang Pencipta agar diberikan kesehatran dan rezeki banyak pada tahun ini," kata Apong (46), salah seorang warga Tionghoa, di Bengkulu, Sabtu.

Ia mengatakan setelah pulang dari kelenteng dan wihara, digelar acara makan bersama-sama sekeluarga di rumah dan setelah itu mengunjungi sanak keluarga dan kerabat dekat untuk melakukan silaturahmi.

Apong berharap Imlek kali membawa berkah dan banyak rezeki. "Saya berharap kita selalu diberikan kesehatan oleh Sang Pencipta sehingga kita dapat beraktivitas dengan baik," ujarnya.

Hal senada diungkapkan warga Tionghoa lainnya, Chuan Lie (54). Ia mengatakan, jika badan sehat dan bekerja keras, maka rezeki akan terus mengalir. Dengan demikian, hal-hal yang direncanakan pada tahun ini dapat diwujudkan dengan baik.

"Saya berharap Imlek tahun ini membawah berkah, sehingga apa pun yang kita usahakan dapat berjalan lancar dan sukses. Kita juga berharap agar terus diberikan kesehatan dan dilindungi oleh Sang Pencipta agar apa yang kita kerjakan dapat berjalan baik," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon