Bupati: Kerusuhan Saat PIlbup Bukan Dipicu KPU Intan Jaya
Sabtu, 25 Maret 2017 | 19:31 WIB
Jakarta - Bupati Kabupaten Intan Jaya, Papua Natalis Tabuni mengungkapkan pemicu kerusuhan di Intan Jaya saat penghitungan suara pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Intan Jaya bukan karena kesalahan KPU daerah. Menurut Natalis, pemicunya adalah oknum yang memprovokasi massa.
"Pemicu kerusahan bukan dari sikap KPUD Intan Jaya yang dikabarkan menunda proses pleno penghitungan dan penetapan suara. Tetapi diduga oknum tertentu yang sengaja datang memprovokasi massa pendukung paslon nomor urut dua yang kala itu sedang mengerumuni Kantor KPUD Intan Jaya," ujar Natalis saat konferensi pers di Hotel Grand Cemara, Menteng, Jakarta, Sabtu (25/3).
Natalis mengungkapkan, rekapitulasi yang dimulai 22 Februari 2017 tersebut telah berjalan lancar. Namun kondisi normal tersebut berubah keesokan harinya. Dia mendapat laporan bahwa pasangan calon urut dua mengarahkan pendukungnya untuk mengepung KPU Intan Jaya. "Pendukung pasangan calon nomor urut dua menekan dan mengancam KPU Intan Jaya untuk menetapkan pasangannya sebagai pemenang. Padahal, masih ada suara di tujuh TPS dari dua distrik/kecamatan yang belum direkap," tandas dia.
Kemudian, ada oknum yang memprovokasi sehingga pendukung paslon nomor dua dan paslon nomor tiga terlibat bentrok. Akibatnya, dua orang tewas dari kubu paslon tiga dan tiga tewas di kubu paslon dua. Selain itu, sekitar 600 orang luka-luka.
"Bentrok itu juga mengakibatkan seluruh fasilitas KPU hancur, bahkan kantor KPU dirusak dan semua atap bolong akibat lemparan batu. Namun kantor KPUD Intan Jaya tidak dibakar, hanya dirusak massa. Yang terbakar adalah sejumlah rumah warga setempat," beber dia.
Menurut dia, meski konflik persoalan tersebut bakal diselesaikan lewat dewan adat, namun proses hukum harus berjalan. Natalis berharap aparat keamanan meringkus pelaku yang memprovokasi massa berujung perang antarpendukung tersebut.
"Ini menjadi tragedi kemanusiaan yang cukup serius dalam demokrasi, karena ada chaos di tengah-tengah proses rekapitulasi suara. Di sana terjadi kejadian yang luar biasa seperti saling serang atau menekan, provokasi oleh tokoh-tokoh politik tertentu sehingga masyarakat awam terpancing dan termovitasi untuk tekan KPUD yang sedang melaksanakan rekapitulasi," pungkas dia.
Sebagaimana diketahui, Pilbup Intan Jaya diikuti empat paslon, yakni (1) Bartolomius Mirip dan Deni Miagoni diusung oleh Partai Golkar, PKS, PPP, PKPI, (2) Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme diusung PDI-Perjuangan, (3) Paslon Natalis Tabuni dan Yan Kobogeyau diusung oleh partai Demokrat, Hanura, PAN, PPP dan (4) Thobiaz Zonggonau dan Hermanus Miagoni melalui jalur perseorangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




