KPU Bogor Siap Gelar Pilkada Serentak 2018
Sabtu, 6 Mei 2017 | 11:01 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor tengah mempersiapkan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Jawa Barat yang akan dihelat beberapa bulan lagi.
Ketua KPU Kota Bogor Undang Suriatna mengaku siap menggelar Pilkada serentak 2018 secara tertib, aman, damai dan berkualitas. Untuk itu, KPU Kota Bogor bakal menggandeng sejumlah pihak guna mengawal proses demokrasi tersebut.
"Kita belajar banyak dari Pilkada serentak 2017, segala persiapan kita matangkan termasuk dukungan semua pihak agar pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 berjalan aman, tertib, damai dan berkualitas," papar Undang Suriatna dalam sosialisasi, Jumat (5/5).
Undang mengklaim bahwa warga Kota Bogor telah bersiap diri menghadapi tahun politik tersebut. Yang mana, pada Juni 2018 mendatang, warga Kota Bogor bakal memilih secara langsung wali kota-wakil wali kota dan gubernur-wakil gubernurnya sendiri.
Bahkan tahun selanjutnya, 2019, bersiap pula untuk melangsungkan pemilihan umum presiden dan legislatif. Menurutnya, tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai September 2017 yaitu penjaringan. Kemudian penetapan data pemilih sementara dan data pemilih tetap pada bulan November, dan pendaftaran calon perorangan di bulan Desember, lalu awal 2018 dilanjutkan pendaftaran calon partai politik.
"Pilkada sekarang berbeda dengan pilkada dulu, salah satunya soal kampanye pasangan calon tidak bisa lagi beriklan di media secara sendiri-sendiri, tetapi sudah diatur dan dibiayai oleh APBD ," kata Undang.
Ia menilai, dari Pilkada DKI Jakarta, Kota Bogor yang notebene wilayahnya berdekatan dengan Jakarta berimbas pada meningkatnya keikutsertaan pemilih dalam Pilkada. "Tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada 2013 sebanyak 63 persen dan diharapkan pada Pilkada 2018 bisa menjadi di atas 70 persen," paparnya.
KPU Kota Bogor memperkirakan ada sekitar 7 pasangan calon yang akan meramaikan Pilkada Kota Bogor. Sebanyak 4 pasangan calon diproyeksi melalui jalur partai dan 3 pasangan calon mengusungkan sendiri.
"Selain banyaknya partisipasi pemilih, calon juga bisa lebih banyak. Tentunya itu lebih baik, artinya masyarakat mempunyai banyak pilihan nantinya," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




