Pakar Korea Selamatkan Sungai Ciliwung
Rabu, 18 April 2012 | 21:22 WIB
Keberhasilan Korea Selatan melakukan manajemen lingkungan sungai patut dijadikan contoh.
Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menggandeng sejumlah pakar asal Korea Selatan untuk bekerja sama dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung.
"Kita harus belajar dari negara lain tentang program pemulihan kondisi sungai karena mereka terbukti telah berhasil melakukannya," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Baltashar Kambuaya dalam Dialog Interaktif Penyelamatan Sungai Ciliwung di Jakarta, hari ini.
Sejumlah pakar manajemen sungai dari Kementerian Lingkungan Hidup Korsel turut diundang Kementerian LH dalam acara tersebut setelah sebelumnya dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang rencana aksi penyelamatan terhadap Sungai Ciliwung.
"Mereka akan melakukan penelusuran sungai dari hulu ke hilir, kami juga akan meminta masukan terkait program yang selama ini kami jalankan," kata Baltashar kepada para wartawan.
Menurut Baltashar, keberhasilan Korea Selatan melakukan manajemen lingkungan sungai patut dijadikan contoh sehingga dapat menularkan semangat kepedulian yang sama terhadap sungai-sungai yang tercemar di Indonesia.
Kerja sama teknis itu, kata Baltashar, akan bersifat hibah dari pemerintah Korsel, sementara Kementerian LH akan tetap memegang peranan di lapangan dengan masukan-masukan para ahli asal negeri ginseng itu.
Dalam Rencana Umum Pemulihan Kualitas Lingkungan Sungai Ciliwung 2010-2030 diperkirakan butuh dana sekitar Rp5,7 triliun guna mendukung program tersebut selama jangka waktu 20 tahun.
Dana tersebut diproyeksikan bagi program pengendalian pencemaran air dan pengendalian kerusakan lingkungan seperti pembangunan WC komunal, pengelolaan sampah, fasilitas biogas, sumur resapan, rehabilitasi lahan, dan pembangunan dam (bendungan).
Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menggandeng sejumlah pakar asal Korea Selatan untuk bekerja sama dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung.
"Kita harus belajar dari negara lain tentang program pemulihan kondisi sungai karena mereka terbukti telah berhasil melakukannya," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Baltashar Kambuaya dalam Dialog Interaktif Penyelamatan Sungai Ciliwung di Jakarta, hari ini.
Sejumlah pakar manajemen sungai dari Kementerian Lingkungan Hidup Korsel turut diundang Kementerian LH dalam acara tersebut setelah sebelumnya dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang rencana aksi penyelamatan terhadap Sungai Ciliwung.
"Mereka akan melakukan penelusuran sungai dari hulu ke hilir, kami juga akan meminta masukan terkait program yang selama ini kami jalankan," kata Baltashar kepada para wartawan.
Menurut Baltashar, keberhasilan Korea Selatan melakukan manajemen lingkungan sungai patut dijadikan contoh sehingga dapat menularkan semangat kepedulian yang sama terhadap sungai-sungai yang tercemar di Indonesia.
Kerja sama teknis itu, kata Baltashar, akan bersifat hibah dari pemerintah Korsel, sementara Kementerian LH akan tetap memegang peranan di lapangan dengan masukan-masukan para ahli asal negeri ginseng itu.
Dalam Rencana Umum Pemulihan Kualitas Lingkungan Sungai Ciliwung 2010-2030 diperkirakan butuh dana sekitar Rp5,7 triliun guna mendukung program tersebut selama jangka waktu 20 tahun.
Dana tersebut diproyeksikan bagi program pengendalian pencemaran air dan pengendalian kerusakan lingkungan seperti pembangunan WC komunal, pengelolaan sampah, fasilitas biogas, sumur resapan, rehabilitasi lahan, dan pembangunan dam (bendungan).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




