SCI: Feri Jarak Jauh Tekan Biaya Logistik
Senin, 12 Juni 2017 | 12:33 WIB
JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam pengembangan program-program peningkatan konektivitas maritim, termasuk pengoperasian kapal feri jarak jauh yang dinilai dapat menekan biaya logistik.
Chairman SCI Setiadji mengungkapkan, Kemenhub akan mengeluarkan izin operasional feri jarak jauh rute Jakarta-Surabaya yang akan dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Pada tahap awal, perusahaan BUMN tersebut akan mengoperasikan KMP Port Link 3 yang berkapasitas 1.500 penumpang, 40 unit bus dan truk, serta 100 unit kendraan pribadi.
Selanjutnya, perusahaan akan menggunakan kapal dengan spesifikasi yang lebih sesuai dengan kapasitas minimal 200 unit truk. Untuk rencana pengoperasian feri jarak jauh tersebut, Pemerintah akan memberikan subsidi tarif sampai mencapai nilai keekonomian atau paling lama sekitar dua tahun.
"Pemberian izin operasional feri jarak jauh kepada PT ASDP Indonesia Ferry tepat, karena kepemilikan armada dan fasilitas, serta kompetensinya. Berdasarkan catatan SCI, perusahaan tersebut memiliki sekitar 135 unit armada kapal jenis roro dan melayani penyeberangan di 180 lintasan dengan 135 kapal komersial dan perintis sampai dengan tahun 2015," papar Setiadji dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (11/6).
Menurut dia, pengoperasian feri jarak jauh untuk pengangkutan barang akan memberikan manfaat bagi banyak pihak. Waktu tempuh Jakarta-Surabaya melalui jalan raya sekitar tiga hari akan menjadi lebih singkat menjadi sekitar satu hari dengan kapal feri. Selain dari biaya supir dan biaya tol, penghematan akan diperoleh dari penurunan biaya bahan bakar dan biaya pemeliharaan armada yang pada saat ini, berturut-turut, sekitar 29-32% dan 12% dari total biaya truk. Manfaat lainnya adalah penurunan risiko kecelakaan dan keamanan.
Setiadji mengatakan, kapal feri akan dipilih jika biaya yang ditawarkan lebih murah daripada biaya operasional truk melalui jalan raya. Kecepatan dan kepastian waktu pengiriman barang yang lebih baik akan menurunkan biaya logistik industri manufaktur karena pengelolaan persediaan yang lebih efisen.
Selain itu, pengalihan sebagian truk pengangkutan barang dari jalan ke kapal feri akan menurunkan tingkat kerusakan jalan. Penghematan biaya pemeliharaan jalan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan infrastruktur. "Pada akhirnya, efisiensi biaya logistik yang diperoleh akan meningkatkan daya beli masyarakat dan daya saing produk nasional," paparnya.
Kendati demikian, sambungnya, perlu pemetaan rantai pasok untuk melihat potensi jenis dan volume barang yang dapat diangkut dari Jakarta-Surabaya dan sebaliknya. Selanjutnya, dilakukan perencanaan dan peningkatan kerja sama antara operator transportasi dengan para pemilik barang (eksportir, importir, perusahaan manufaktur, produsen komoditas pertanian/perkebunan/peternakan, perusahaan ritel).
"Apalagi, para pemilik barang mempertimbangkan biaya pengiriman barang secara end-to-end, bukan port-to-port, sehingga perlu kolaborasi antara operator transportasi laut dan operator transportasi darat untuk mencapai biaya total yang efisien," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




