Korut Ancam AS dengan Ujicoba ICBM

Senin, 31 Juli 2017 | 08:20 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Ilustrasi.
Ilustrasi. (istimewa)

SEOUL – Pemerintah Korea Utara (Korut) menyampaikan, pada Minggu (30/7), bahwa uji coba peluru kendali balisti antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) terbarunya merupakan sebuah ‘peringatan’ yang ditargetkan kepada Amerika Serikat (AS) atas usahanya untuk menjatuhkan sanksi-sanksi baru untuk Pyongyang. Mereka juga mengancam melakukan serangan balasan jika diprovokasi secara militer oleh Washington.

Korea Utara kembali melakukan uji coba peluru kendali antarbenua pada Jumat (28/7) malam waktu setempat dan pemimpin Kim Jong Un sesumbar mengenai kemampuan negaranya yang akan menyerang seluruh daratan AS.

Menurut para ahli, berdasarkan rincian teknis peluncuran yang dilakukan, Jumat, uji coba kali ini secara signifikan lebih kuat ketim-bang uji coba ICB pertama pada 4 Juli dengan rentang teoritis yang cukup panjang untuk mencapai pantai timur AS.

Uji coba ICBM pertama oleh Korea Utara telah memicu tanda bahaya global sehubungan dengan kemampuan senjata nasional serta dorongan dari AS untuk menerapkan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bilateral lebih banyak. Sementara itu, Senat AS telah mengesahkan sanksi bipartisan baru kepada Pyongyang, pada Jumat.

Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pyongyang yang disampaikan melalui kantor berita KCNA, kampanye yang dipimpin AS ini hanya memberikan pembenaran lebih lanjut terhadap keputusan Korea Utara untuk mempertahankan program senjata,

"Uji coba ICBM kali ini dimaksudkan untuk mengirimkan peringatan keras kepada AS yang membuat ucapan-ucapan tak masuk akal, tersesat dengan alasan sanksi dan melancarkan kampanye menekan melawan DPRK," bunyi pernyataan.

Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan bahwa dirinya tidak akan membiarkan Tiongkok – sekutu utama dan garis hidup ekonomi Korea Utara – tidak melakukan apa-apa tentang Korea Utara.

Sementara itu, Trump – yang kerap berselisih dengan Beijing tentang cara penanganan rezim Kim – sudah berulang kali mendesak Tiongkok untuk mengendalikan negara tetangganya. Namun Tiongkok menegaskan bahwa dialog sebagai satu-satunya cara prak-tis untuk memperoleh kemajuan.

Di sisi lain, Amerika Serikat menerbangkan dua ahli pengebom strategis kuat di atas semenanjung Korea untuk latihan gabungan dengan pasukan Jepang dan Korea Selatan. Latihan gabungan ini merupakan demonstrasi untuk unjuk kekuatan terhadap Korea Utara.Namun Kementerian Luar Negeri Pyongyang mendesak AS untuk ‘terbangun dari mimpi bodoh menyakiti DPRK.

"Jika Yankees berani mengacungkan tongkat nujlir di tanah ini lagi maka DPRK jelas-jelas akan mengajarkan tentang tata krama kepada mereka dengan kekuatan strategis nuklir," bunyi pernyataan.

Namun berbagai pihak masih meragukan apakah Korea Utara dapat membuat miniatur senjata nuklir agar sesuai dengan kerucut hidung peluru kendali, atau telah menguasai teknologi yang dibutuhkan agar proyektil dapat bertahan masuk kembali ke atmosfer.

Akan tetapi sejak Kim berkuasa pada 2011, telah terjadi serangkaian kemajuan teknis, termasuk tiga uji coba nuklir dan serangkaian pe-luncuran rudal. (afp)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon