Intraco Penta Bidik Porsi Recurring Income Capai 50%

Rabu, 13 September 2017 | 14:57 WIB
DK
WP
Penulis: Devie Kania | Editor: WBP
PT Intraco Penta Tbk
PT Intraco Penta Tbk (Istimewa)

Baikpapan - PT Intraco Penta Tbk (INTA) membidik porsi pendapatan berulang (recurring income) mencapai 50 persen dari total pendapatan dalam jangka panjang, dari saat ini berkisar 15-20 persen. Ke depan kontributor utama adalah lini usaha alat berat maupun bisnis di bidang pembangkit listrik.

Direktur Keuangan Intraco Penta Fred Lopez Manibog menyatakan, sejauh ini kontribusi recurring income terhadap total pendapatan belum terlalu besar. Seiring perluasan bisnis pembangkit listrik, perseroan melalui tiga anak usahanya berharap dapat menggenjot recurring income. "Untuk selanjutnya, kami dapat meraih recurring income melalui kontrak di bisnis pembangkit listrik, alat berat, atau tambang. Dari sisi target, porsi 50 persen terhadap pendapatan merupakan rencana jangka panjang, tapi untuk kepastian waktunya perlu melihat situasi saat 2020," ujar Fred saat ditemui di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (12/9).

Dia mengungkapkan, PT Inta Sarana Infrast (INSA) dan PT Intan Daya Perkasa (INDA) selaku anak usaha sudah memulai tahap kontruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x100 megawatt (MW) di Bengkulu. Adapun, Intraco Penta menargetkan PLTU tersebut dapat commercial operation date (COD) pada Februari 2020. "Perseroan sudah meraih kontrak dengan PT PLN (Persero) untuk jangka waktu hingga 25 tahun," kata dia.

Sementara pada semester I-2017, Intraco Penta telah merampungkan pembelian 30 persen saham di PT Petra Unggul Sejahtera (PUS), yang merupakan pemegang saham 90 persen di PT TJK Power. Dari sisi bisnis, TJK Power telah mendirikan PLTU Tanjung Kasam berkapasitas 2x55 MW di Batam yang kini sudah beroperasi. "Oleh sebab itu, mengenai recurring income kami akan lihat bagaimana saat PLTU ke-2 (Bengkulu) dapat beroperasi. Intinya, secara konsolidasi, Intraco Penta berkeinginan agar recurring income dapat meningkat," tegas Fred.

Berkaitan bisnis pembangkit listrik, Sekretaris Perusahaan Intraco Penta Stepanus mengakui, perseroan tengah mengincar proyek PLTU lain. Namun, detailnya masih perlu menunggu hasil tender. "Poinnya, itu masih PLTU. Namun, ke depan kalau ada kesempatan, perseroan juga terbuka untuk proyek pembangkit listrik tipe lain," ujar dia.

Sampai semester I-2017 emiten berkode INTA ini membukukan kenaikan pendapatan 39 persen dari Rp 724,5 miliar menjadi sekitar Rp 1 triliun. Pada awal 2017, perseroan menargetkan pendapatan Rp 1,5-1,6 triliun. Namun meninjau pencapaian serta tren kenaikan alat berat dia mengakui, ada potensi kenaikan lebih tinggi dari target awal. "Cuma sejauh ini kami belum ada revisi, ya kalau misalnya bisa lebih dari target berarti bagus," ungkap Fred.

Dari segi pendapatan, saat ini anak usaha yang berkontribusi paling besar terhadap pendapatan Intraco Penta adalah PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS). Entitas usaha tersebut bergerak dalam bisnis alat berat, baik penjualan, penyewaan, atau purnajual. Menurut Direktur Utama Intraco Penta Prima Servis George Setiadi, pada 2017 perseroan (secara internal) memprediksi penjualan naik 60 persen dari Rp 1,1 triliun pada 2016 menjadi Rp 1,7 triliun.

Perseroan berhasil menaikkan penetrasi penjualan alat articulated dump truck (ADT), sehingga market share naik mencapai 70 perse terhadap penjualan alat berat tersebut secara nasional. Sejauh ini, menurut George, secara nasional penjualan ADT berkisar 200 unit per tahun di Indonesia. "Belum lama ini kami mulai menambah produk ADT dari yang biasanya berkapasitas 40 ton, kini menambah dengan yang jenis 60 ton. Perseroan juga mulai memasarkan satu produk baru, yakni rigid dump truck dengan rentang kapasitas 40-120 ton," papar dia.

Di samping kedua produk tersebut, IPPS memiliki rekam jejak penjualan produk alat berat lain, antara lain wheel loader, excavator, maupun compactor. "Sebetulnya kami akan kembali menambah satu rekan brand alat berat lagi. Cuma belum dapat dipaparkan, karena masih negoisasi," ungkap George.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon