Uji Nuklir Korut Akan Picu Kebocoran Radioaktif

Selasa, 31 Oktober 2017 | 12:07 WIB
NW
UW
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: WIR
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (tengah) melihat perangkat logam di lokasi yang tidak diketahui. Korea Utara telah mengembangkan bom hidrogen yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (tengah) melihat perangkat logam di lokasi yang tidak diketahui. Korea Utara telah mengembangkan bom hidrogen yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua. (AFP)

Seoul  - Uji coba terbaru nuklir oleh Korea Utara dinilai bisa memicu kebocoran materi radioaktif. Aksi itu juga bisa menyebabkan ledakan dari sebuah lubang sedalam 100 meter di dasar Gunung Mantap.

Uji coba nuklir terakhir Korut dilakukan pada awal September lalu yang menyebabkan sejumlah tanah longsor. Korut sejauh ini telah melakukan enam kali uji nuklir sejak 2006 dengan menggunakan situs sama setiap percobaan.

"Ada sebuah ruang hampa yang dalamnya sekitar 60-100 meter di dasar Gunung Mantap di situs Punggye-ri. Jika tes nuklir lain dilakukan, kemungkinan bisa runtuh," kata Kepala Meteorologi Korea Selatan, Nam Jae-cheol, seperti dikutip dari BBC, Senin (30/10).

Situs uji coba Punggye-ri, terletak di pegunungan sebelah timur laut negara itu, dianggap sebagai fasilitas nuklir utama Pyongyang dan satu-satunya situs uji nuklir aktif di dunia. Kekhawatiran senada juga disampaikan para geologis Tiongkok, seperti diberitakan surat kabar Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), pekan lalu. Setelah uji coba September lalu, para pejabat Korut diperingatkan bahwa tes-tes tambahan bisa memicu keruntuhan masif dan kebocoran sampah radioaktif.

Secara terpisah, surat kabar utama Korut, Rodong Sinmun, menyataan negaranya memiliki kedaulatan untuk meluncurkan satelit-satelit. Pernyataan itu datang di tengah spekulasi bahwa Pyongyang akan segera meluncurkan sebuah satelit, secara luas dilihat sebagai uji coba teknologi rudal balistik.

Sepakat

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe sepakat untuk bekerja sama dalam langkah-langkah untuk melawan pembangunan nuklir dan rudal Korut, menjelang kunjungan Trump ke Asia termasuk Jepang.

Dalam komunikasi telepon selama 20 menit kemarin, Trump dan Abe membicarakan jadwal kedatangan Trump pada 5-7 November mendatang. Kedua pemimpin negara itu juga sepakat terus berhubungan terkait situasi Korut.

"Mereka setuju untuk memperdalam diskusi mereka atas situasi Korut dan persoalan lain selama kunjungan Trump," kata Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yasutoshi Nishimura.

Para pejabat senior dari AS, Korsel, dan Jepang juga bertemu untuk membicarakan isu ancaman nuklir dan rudal Korut. Ketua Kepala Gabungan Staf AS, Jenderal Joseph Dunford, menerima rekannya, Jenderal Korsel, Kyeong-doo Jeong, dan Laksamana Jepang, Katsutoshi Kawano, di markas Komando Pasifik AS di Hawaii, Minggu (29/10).

"Bersama-sama mereka menyerukan Korut untuk menahan diri dari provokasi tidak bertanggung jawab yang memperparah ketegangan regional, dan untuk menjauh dari jalan pembangunan yang merusak dan ceroboh," kata pimpinan kepala gabungan kantor urusan umum lewat sebuah pernyataan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon