Pasukan Garuda Gelar Latihan SSAFE di Sudan
Selasa, 30 Januari 2018 | 22:22 WIB
Jakarta - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) menggelar Latihan SSAFE (Safe and Secure Approaches In Field Environments) di El Geneina, Sudan, Afrika, Minggu, (28/1). Latihan diikuti beberapa personel Satgas Tim QRF (Quick Respon Force). Latihan dalam rangka upaya mencegah aksi teror dan kesiapan pengamanan DDR (Disarmament Demobilisation and Reintegration), pelucutan senjata yang melibatkan Unamid dan Pemerintah Sudan.
Dalam keterangan pers yang diterim SP, Selasa (30/1) malam dijelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Super Camp, dimotori oleh UNDSS (United Nations Department of Safety and Security) Unamid. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran personel tentang ancaman di lingkungan operasional mereka. Kemudian membekali dengan pengetahuan dan keterampilan terkait yang diperlukan untuk merespons berbagai insiden keamanan yang mungkin akan dihadapi di lapangan.
Wakil Komandan Satgas Yonkomposit TNI Mayor Inf Jenris Yulmal Vinas yang mewakili Komandan Satgas mengatakan kepercayaan yang diberikan Unamid kepada Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid untuk melaksanakan kegiatan ini, merupakan suatu bukti bahwa prajurit Garuda dinilai sangat profesional dan mampu memberikan yang terbaik apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan di lapangan nantinya.
"Kegiatan simulasi latihan SSAFE yang melibatkan tim QRF sangat tepat karena mereka biasa melakukan kegiatan tersebut dan sekaligus mengingat, mengulang, mengasah ketrampilan mereka kembali," ucap Mayor Inf Jenris Yulmal Vinas.
Hadir pada acara tersebut, Chief G7 Major Innocent Karara (Rwanda), beberapa Staf UNDSS, Kapten Inf Endang Nurdin Dantin QRF, Lettu Inf Fery Grahita Pasiops Satgas dan beberapa prajurit Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid.
Kegiatan tersebut merupakan pelatihan interaktif dengan intensitas tinggi yang dilaksanakan selama tiga hari pada 23 sampai 25 Januari. Kegiatan dilakukan prajurit Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid dari Tim QRF yang memiliki profesional keamanan berpengalaman. Kemudian dibantu dokter medis/para medis dan konselor staf insiden kritis dengan pengalaman operasi kemanusiaan lapangan yang luas.
Subyek latihan ini meliputi, kelangsungan hidup penyanderaan, respon penembak aktif, perencanaan misi, pengamanan konvoi, negosiasi akses di lingkungan beresiko tinggi, manajemen dan ketahanan stres di lingkungan beresiko tinggi, sistem komunikasi darurat, model penilaian ancaman dan keamanan, keamanan pribadi, kesadaran senjata, UXO (Unexploded Ordnance) serta pertolongan pertama dan kesadaraan budaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




