Kak Seto: Kota Harus Ramah Anak
Rabu, 25 Juli 2018 | 13:34 WIB
Jakarta- Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengatakan, kota-kota di Indonesia harus ramah anak. Namun sayangnya, belum semua wilayah di Indonesia ramah anak.
Salah satu kota yang ramah anak adalah Tabanan, Bali, yang memiliki suasana lingkungan yang bersih, kemudian pengembangan anak di segala bidang. " Ini membuat anak-anak merasa nyaman dan aman, baik di rumah maupun di sekolah," kata Kak Seto, panggilannya, Rabu (25/7).
Terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 Kategori Pratama di Surabaya, Senin (23/7). "Tentu Saya apresiasi Tabanan. Tabanan suasana lingkungannya bersih, kemudian juga pengembangan anak di bidang seni yakni seni tari dan seni tabuh serta di bidang lainnya, itu memungkinkan anak merasa nyaman dan aman berada di Tabanan," jelas Kak Seto.
"Anak-anak harurs merasa aman di sekolah, tidak ada perundungan, tidak ada kekerasan, dan tidak ada tawuran. Selamat buat Tabanan," sambungnya.
Pria asal Jawa Tengah ini juga menjelaskan, lingkungan yang kondusif bagi anak adalah kawasan fisik, yaitu memiliki kemudahan, keamanan, lalu sesuatu yang menarik, udaranya segar, dan tidak ada polusi.
"Kedua psikologis, di mana kawasan itu tidak pernah ada kekerasan terhadap anak, tidak ada penelantaran dan tidak ada pengabaian anak. Selalu mengapresiasi anak yang dengan kecerdasannya masing-masing apakah itu di bidang musik, olahraga ataukah di bidang lainnya," ungkapnya.
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti merasa bangga atas pencapaian pemerintah yang telah meraih Predikat Kabupaten/Kota Layak Anak 2018. Ia miliki komitmen besar untuk terus mewujudkan pembangunan yang ramah anak.
"Bangga banget, karena pertama-kalinya kita ikut, dan juga pertama-kalinya kita dapat. Artinya diawali dengan komitmen yang baik, semua mempunyai tanggung-jawab, khususnya bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak, sehingga Kabupaten Tabanan dikatakan kabupaten yang layak anak," ujar bupati perempuan pertama di Bali itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




