Demokrat Minta Kadernya Stop Wacanakan Ani Yudhoyono Capres
Minggu, 27 Mei 2012 | 14:07 WIB
Saya kira kita juga sudah sering mendengarkan Pak SBY sudah beberapa kali secara terbuka menyatakan istrinya maupun anaknya tidak akan maju sebagai capres pada pemilu 2014
Partai Demokrat melalui Andi Nurpati, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, meminta seluruh jajaran dan kader Demokrat untuk berhenti mewacanakan dan mencalonkan Ani Yudhoyono menjadi presiden dalam pemilihan presiden tahun 2014 mendatang.
Permintaan ini sendiri dilayangkan Partai Demokrat untuk menghormati keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga Ani Yudhoyono yang telah menyatakan bahwa Ani tidak akan mencalonkan diri menjadi presiden RI untuk menggantikan suaminya.
"Saya kira kita juga sudah sering mendengarkan Pak SBY sudah beberapa kali secara terbuka menyatakan istrinya maupun anaknya tidak akan maju sebagai capres pada pemilu 2014 dan saya sendiri pernah mendengar langsung dari Ibu Ani bahwa beliau tidak akan maju sebagai capres pada pemilu 2014 yang akan datang," kata Andi kepada wartawan di Jakarta, hari ini.
Sehingga, kata Andi, dirinya atas nama DPP Demokrat meminta kader-kader Partai Demokrat supaya menghormati dan menghargai sikap SBY dan Bu Ani.
"Maka itu, berhentilah untuk mewacanakan Ibu Ani sebagai Capres 2014 nanti," tegas Andi.
Pernyataan ini tentunya bertolak belakang dengan tanggapan Andi sendiri yang beberapa waktu lalu juga pernah menyuarakan potensi Ibu Ani menjadi calon presiden.
Selain Andi, wacana mengenai pencapresan Ani Yudhoyono diantaranya pernah disuarakan Ruhut Sitompul dan Nurhayati Assegaf.
Ruhut menilai Ani Yudhoyono adalah sosok paling pas menjadi calon presiden Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2014 mendatang.
Salah satu alasannya, kata Ruhut, Ibu Ani memiliki banyak program bagus selama menjadi Ibu Negara mendampingi SBY, seperti penanaman seribu pohon dan pengadaan perpustakaan berjalan dari Sabang sampai Merauke.
Partai Demokrat melalui Andi Nurpati, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, meminta seluruh jajaran dan kader Demokrat untuk berhenti mewacanakan dan mencalonkan Ani Yudhoyono menjadi presiden dalam pemilihan presiden tahun 2014 mendatang.
Permintaan ini sendiri dilayangkan Partai Demokrat untuk menghormati keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga Ani Yudhoyono yang telah menyatakan bahwa Ani tidak akan mencalonkan diri menjadi presiden RI untuk menggantikan suaminya.
"Saya kira kita juga sudah sering mendengarkan Pak SBY sudah beberapa kali secara terbuka menyatakan istrinya maupun anaknya tidak akan maju sebagai capres pada pemilu 2014 dan saya sendiri pernah mendengar langsung dari Ibu Ani bahwa beliau tidak akan maju sebagai capres pada pemilu 2014 yang akan datang," kata Andi kepada wartawan di Jakarta, hari ini.
Sehingga, kata Andi, dirinya atas nama DPP Demokrat meminta kader-kader Partai Demokrat supaya menghormati dan menghargai sikap SBY dan Bu Ani.
"Maka itu, berhentilah untuk mewacanakan Ibu Ani sebagai Capres 2014 nanti," tegas Andi.
Pernyataan ini tentunya bertolak belakang dengan tanggapan Andi sendiri yang beberapa waktu lalu juga pernah menyuarakan potensi Ibu Ani menjadi calon presiden.
Selain Andi, wacana mengenai pencapresan Ani Yudhoyono diantaranya pernah disuarakan Ruhut Sitompul dan Nurhayati Assegaf.
Ruhut menilai Ani Yudhoyono adalah sosok paling pas menjadi calon presiden Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2014 mendatang.
Salah satu alasannya, kata Ruhut, Ibu Ani memiliki banyak program bagus selama menjadi Ibu Negara mendampingi SBY, seperti penanaman seribu pohon dan pengadaan perpustakaan berjalan dari Sabang sampai Merauke.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




