Pembatasan Impor Mobil Mewah Harus Didukung Semua Pihak
Jumat, 3 Agustus 2018 | 22:36 WIB
Jakarta - Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membatasi impor mobil mewah (supercar). Langkah itu dilakukan dengan tujuan menjaga neraca perdagangan nasional.
Mantan Presiden Ferrari Owner Club Indonesia (FOCI), Ahmad Sahroni, mendukung usulan tersebut. Apalagi, jika langkah yang dilakukan pemerintah demi menstabilkan perekonomian Indonesia.
"Tetapi sekali lagi saya tekankan, kepentingan nasional harus didahulukan dari kepentingan pribadi ataupun klub dan golongan," kata Ahmad Sahroni, Jumat (3/8) di Jakarta.
Anggota Komisi III DPR ini menilai, semua pihak harus mendukung kebijakan pemerintah agar perekonomian stabil dan membaiknya nilai ekspor Indonesia. Terlebih saat ini Indonesia membutuhkan dolar untuk menjaga kestabilan nilai rupiah.
Sebelumnya, saat acara Business Lunch di Jakarta beberapa waktu lalu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengemukakan wacana penghentian impor mobil mewah. JK memandang langkah tersebut dapat menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.
"Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya, saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc," kata JK.
Mobil mewah yang dimaksud, lanjut JK seperti Ferrari, Lamborghini dan mobil mewah lainnya yang berasal dari impor. Setelah mampu menekan impor, JK mengungkapkan, pemerintah harus meningkatkan kinerja ekspor. Salah satunya adalah minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) ke Eropa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




