Venue Voli Tak Penuhi Syarat, Asian Games Rasa Kejuaraan Daerah
Minggu, 5 Agustus 2018 | 22:37 WIB
Jakarta- Asian Games 2018 tinggal dua pekan lagi. Namun, rupanya, belum semua venue siap untuk menggelar pertandingan. Cabang voli misalnya, karena pesertanya membeludak, 31 tim (20 putra dan 11 putri), maka harus menggunakan dua venue atau tempat pertandingan. Satu venue sudah memenuhi aturan, yakni Tennis Indoor, sedangkan satunya, GOR Bulungan, tidak memenuhi syarat.
Tennis Indoor, seperti diketahui, sudah sering digunakan untuk berbagai pertandingan olahraga internasional. Tempat duduknya, lebih dari 3.000 bangku. Adapun Bulungan hanya 900 tempat duduk.
Dalam aturan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB), tempat duduk penonton minimal 5.000 untuk event tingkat dunia. Sementara Konfederasi Voli Asia (AVC), memberi syarat 3.000 tempat duduk untuk ajang sekelas Asia. Jadi, dari segi tempat duduknya saja, Bulungan tidak memenuhi syarat karena hanya 900 tempat duduk. Dari 900 ini pun, nantinya tidak bisa ditempati semuanya oleh penonton. Setengahnya, akan diisi ofisial dan pendukung.
"GOR Bulungan pernah dipakai untuk babak penyisihan PON, seingat saya 1977. Meski babak penyisihan, penonton membeludak, bahkan loket tiket dirusak penonton saat itu, karena banyak yang tidak mendapatkan tiket. Finalnya sendiri digelar di Istora saat itu," kata Ketua Bidang Organisasi Pengurus Daerah Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia DKI Jakarta, Sujiyanto.
Ruang ganti pemain di Bulungan hingga kini juga belum selesai. Dari empat ruang ganti, baru dua yang sudah selesai.
Lampu penerang juga belum beres. Saat ini, baru dilakukan pergeseran posisi, karena lampu yang ada sekarang terlalu dekat dengan lapangan pertandingan. "Kita lagi menggeser posisi lampu, sehingga tidak mengganggu pertandingan. Kekuatan lampunya nanti harus 1.500 lux, ini syarat pertandingan dari FIVB," kata Manajer Venue Voli, Akhmad Juniarto.
Satu yang lagi yang tidak memenuhi syarat adalah jarak lantai pertandingan dan atap. Saat ini, jarak terendah lantai dan atap 12 meter, padahal seharusnya 12,5 meter. Area lapangan pertandingan juga tidak memenuhi syarat. Area lapangan saat ini 33 X 23 meter. Padahal, syaratnya minimal 35 x 27 meter. Dengan kurang lebarnya area, akan berakibat menyempitnya area kontrol kompetisi dan daerah pemanasan pemain juga kurang. Area pemanasan butuh 3 X 3 meter, sedangkan di Bulungan hanya 2 X 3 meter.
Pendingin udara atau air conditioner hingga saat juga belum dipasang. Pendingin udara wajib ada. "Dalam syarat yang diberikan FIVB, suhu udara maksimal 24 derajat Celcius. Jika lebih dari 24 derajat, tentu akan dikomplain," kata wasit voli internasional asal Indonesia, Raditya Darwis.
GOR Bulungan sebenarnya telah direnovasi beberapa waktu lalu. Keberadaannya, hanya untuk venue latihan tim voli, bukan pertandingan. Awalnya, voli akan digelar di GOR Simprug milik Pertamina, bukan di Bulungan.
Sebelumnya, Ombudsman merilis survei terhadap venue yang akan digunakan Asian Games. GOR Bulungan, dianggap tidak layak menggelar ajang sebesar dan sekelas Asian Games.
Berdasarkan survei Ombudsman, dengan tolok ukur beberapa aspek seperti ketersediaan sarana dan prasarana, keamanan dan keselamatan terhadap arena pertandingan Asian Games di Jakarta dan Palembang, GOR Bulungan selalu di peringkat terbawah. Padahal, cabang olahraga ini akan diikuti 31 negara Asia.
Ketua Panpel Cabor Voli Asian Games Hanny Surkatty setuju dengan yang dikatakan Ombudsman. "Pemindahan venue (dari GOR Simprug ke Bulungan) tanpa koordinasi dengan kami. Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (Inasgoc) menentukan sendiri," ujar Hanny Surkatty.
Dewan Olimpiade Asia (OCA) sempat mempertanyakan pemilihan GOR Bulungan sebagai venue pendamping Tennis Indoor untuk cabang voli. OCA menilai, dari segi penonton, Bulungan jauh dari standar.
GOR Bulungan memang menjadi pilihan terakhir bagi Inasgoc karena GOR lain, seperti Jakarta Convention Center (JCC) tidak bisa digunakan, karena untuk menggelar cabang lain.
Wakil Direktur Venue Inasgoc Natsir Gurnansyah mengatakan, akan coba memasukkan tribune tambahan semaksimal mungkin. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan delegasi teknis voli. Hasilnya, Inasgoc memang tidak perlu sampai membobol gor hanya untuk menambah kapasitas.
Sebenarnya, GOR Bulungan tidak pernah digunakan untuk menggelar event nasional apalagi internasional. Liga Voli Indonesia (Livoli) dan Proliga tidak pernah menggunakan GOR milik Pemprov DKI ini, karena terlalu kecil. Paling tinggi, GOR Bulungan hanya menggelar kejuaraan daerah (kejurda) saja. Sayang memang, pertandingan di event sebesar Asian Games digelar di GOR yang tingkatannya hanya untuk kejurda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




