"Bangku Jatah" Asian Games Dikurangi, Toko Tiket Ditambah

Sabtu, 25 Agustus 2018 | 01:45 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Bangku penonton tidak terisi penuh saat pertandingan voli antara Indonesia melawan Jepang pada babak penyisihan Asian Games 2018 di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/8/2018).
Bangku penonton tidak terisi penuh saat pertandingan voli antara Indonesia melawan Jepang pada babak penyisihan Asian Games 2018 di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (19/8/2018). (Suara Pembaruan/Bernadus Wijayaka)

Jakarta – Panitia Pelaksana Asian Games 2018 melakukan sejumlah pembenahan setelah muncul keluhan masyarakat yang gagal menyaksikan pertandingan secara langsung karena kehabisan tiket di lokasi pertandingan.

Salah satunya adalah menambah mitra distribusi tiket secara online, yaitu melalui blibli.com, tiket.com, dan loket.com.

"Tiket yang dapat dibeli di ketiga situs mitra tersebut sekarang tidak perlu ditukar menjadi tiket fisik di tempat pertandingan. Para penonton hanya perlu membawa e-ticket mereka dan memasuki tempat dengan nyaman," kata Francis Wanandi, Deputi II Panitia Pelaksana Asian Games 2018, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (24/8) malam.

Selain itu, panitia bersama Dewan Olimpiade Asia (OCA) juga akan mengurangi alokasi tempat duduk jumlah penonton yang memiliki akreditasi dari 30 – 40% menjadi 10% saja.

Kursi yang disediakan bagi media dan penonton pemilik akreditasi akan diterapkan aturan siapa yang datang terlebih dahulu akan mendapatkan tempat duduk.

Kebijakan ini diambil untuk menambah kuota kursi bagi masyarakat umum.

"Kami sudah bekerja sama dengan Panitia untuk mengurangi masalah ini sehingga semua penonton dapat membeli tiket dan melihat pertandingan," jelas Vinod Tiwari, Direktur Internasional OCA,

Penjelasan tentang Bangku Kosong
Panitia mengumumkan bahwa banyak tiket pertandingan dari berbagai pertandingan olahraga telah terjual habis.

"Banyak yang mengatakan bahwa kursi masih kosong tapi disebutkan terjual habis. Salah satu permasalahannya adalah seperti yang terjadi pada pertandingan basket, tiket yang dijual adalah tiket harian karena jeda waktu antara pertandingan sangat pendek," kata Francis.

"Pada metode tiket harian seperti itu, terdapat empat pertandingan dan kebetulan tim Indonesia bertanding pada pertandingan keempat. Hal ini membuat pertandingan pertama hingga ketiga ikut terjual habis, tetapi kursi terlihat kosong karena penonton belum hadir."

Dia menambahkan pembelian tiket yang dilakukan dua hari menjelang pertandingan dibatasi hanya untuk dua tiket saja.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon