Jakmania Introspeksi, Persib Buka Pintu Damai

Selasa, 29 Mei 2012 | 20:38 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Suporter Persija Jakarta, Jakmania, meluapkan kegembiraannya seusai pesepakbola Persija Jakarta mencetak gol ke gawang PSPS Pekanbaru saat pertandingan terakhir kompetisi Liga Super Indonesia 2010-2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (19/6).
Suporter Persija Jakarta, Jakmania, meluapkan kegembiraannya seusai pesepakbola Persija Jakarta mencetak gol ke gawang PSPS Pekanbaru saat pertandingan terakhir kompetisi Liga Super Indonesia 2010-2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (19/6). (Antara)
Meski begitu, kedua kubu suporter diharapkan tidak melakukan perjalanan tandang untuk mendukung tim kesayangannya.

Pascatewasnya tiga suporter sepak bola, usai laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung, akhir pekan kemarin, The Jakmania siap melakukan instropeksi diri.

"Dalam rapat pertemuan, kami sudah paparkan kejadian kemarin. Dan The Jak berjanji akan koreksi diri. Terkait dengan kejadian, kami masih cek penyebabnya," ujar Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi, Angesta Romano Yoyol di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/5).

Sementara itu, Sekretaris Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, mengaku tak mengetahui penyebab kejadian itu. Namun, pihaknya siap bekerjasama dengan kepolisian, jika terbukti pelaku pengeroyokan merupakan anggota The Jak.

"Saya tak mengetahui kejadiannya. Kami akan bantu polisi mengusut masalah ini untuk mengungkap siapa pelakunya. Kami juga akan memberikan data-data yang kami miliki," katanya.

Dikatakan Richard, jika terbukti akan ada sanksi pencabutan kartu anggota dan pelarangan menonton pertandingan secara langsung.

"Jika terbukti terlibat, kami akan memberikan sanksi yang tegas. Termasuk pencabutan KTA dan sanksi pelarang masuk pertandingan," jelasnya.

Menyoal usulan pemindahan tempat pertandingan di luar Jakarta dan Persija Jakarta terpaksa bertanding tanpa dukungan suporter, Richard mengatakan, pihaknya siap menerima keputusan itu.

"Kalau hasilnya seperti ini kita siap, itu sebuah risiko, apapun yang terjadi kita harus sanggupi. Dua musim lalu 2009-2010 pertandingan (Persija) juga tanpa suporter," tandasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Viking Heru Joko menyambut baik intropeksi yang akan dilakukan pihak Jak Mania.

"Kami menyambut baik upaya The Jak. Kami bahkan siap berdamai dengan Jak Mania," ujar Heru kepada Beritasatu.com.

Lebih lanjut Heru turut menyesalkan soal tewasnya tiga suporter di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan. "Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Semoga pelakunya segera tertangkap," harapnya.

Kejadian itu, ujarnya, dikhawatirkan memicu kembali ketegangan di antara dua kubu suporter. Padahal, terang Heru, pihaknya telah berusaha sekuat tenaga untuk meredam massa dengan terus melakukan sosialisasi ke suporter tingkat terbawah.

"Belakangan ini keributan suporter Bandung dan Jakarta semakin berkurang. Sebab, kami selalu melakukan sosialisasi ke seluruh suporter, baik jajaran petinggi hingga bawah," terang Heru.

Meski begitu, Heru mengimbau agar kedua kubu suporter tidak melakukan perjalanan tandang untuk mendukung tim kesayangannya.

"The Jak kami harapkan tidak datang ke Bandung untuk mendukung Persija Jakarta. Cukup memberikan dukungan dari jauh saja. Pun dengan Viking dan Bobotoh. Saya berharap mereka tidak datang ke Jakarta. Kami bukan melarang, hanya mengantisipasi saja," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon