Kekuatan Militer Unsur Penting di Era Revolusi Industri 4.0

Minggu, 16 September 2018 | 10:50 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berpidato di hadapan para taruna dan taruni tingkat tiga pada acara makan siang bersama dalam rangka Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 di Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berpidato di hadapan para taruna dan taruni tingkat tiga pada acara makan siang bersama dalam rangka Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 di Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018. (Istimewa/Puspen TNI)

Magelang - Dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era Revolusi Industri 4.0, kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting. Permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna dan taruni Akademi Militer di masa kini.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan para taruna dan taruni tingkat tiga pada acara makan siang bersama dalam rangka "Reuni TNI-Polri Angkatan 1986" di Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah, Sabtu (15/9).

Panglima TNI mengatakan, kehadiran para perwira TNI-Polri Angkatan 1986 di Akmil Magelang itu, selain melaksanakan reuni, juga ingin berbagi pengetahuan mengenai berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna-taruni di masa mendatang. "Tantangan yang kami hadapi di masa berbakti kami adalah Revolusi Industri 3.0 yang masih berlangsung sampai sekarang," ujarnya.

Ditambahkan, kehadiran perwira TNI-Polri Angkatan 1986 juga dalam rangka mempersiapkan para taruna-taruni untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, termasuk tantangan geopolitik di masa mendatang. Tantangan itu bisa dihadari apabila TNI dan Polri terus bersinergi.

Menurut Panglima TNI pula, Indonesia termasuk dalam wilayah Indo Pasifik, sehingga memiliki peluang dan tantangan yang tidak mudah dalam menghadapi perubahan geopolitik. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan negara lain, baik hubungan bilateral maupun multilateral.

"Poin yang perlu dibangun Indonesia melalui kegiatan bilateral maupun multilateral adalah berbagi informasi dengan negara lain, membangun kapasitas dan kepercayaan dengan negara lain, dan membangun interoperabilty kerja sama dengan negara lain," kata Panglima TNI.

Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 diikuti oleh 414 perwira dari empat angkatan. Acara itu dihadiri, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakasad Letjen Tatang Sulaiman, Staf Khusus Kasal Laksda Tri Wahyudi Sukarno, Gubernur Akmil Mayjen Eka Wiharsa, dan Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Chairul Noor Alamsyah.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon