Korsel: Korut Miliki Sekitar 60 Bom Nuklir

Rabu, 3 Oktober 2018 | 14:40 WIB
JA
B
Penulis: Jeanny Arylien Aipassa | Editor: B1
Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Cho Myoung-gyon, berbicara di hadapan Majelis Nasional di Seoul, Senin (1/10). Cho mengatakan bahwa diperkirakan Korea Utara memiliki sekitar 60 senjata nuklir.
Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Cho Myoung-gyon, berbicara di hadapan Majelis Nasional di Seoul, Senin (1/10). Cho mengatakan bahwa diperkirakan Korea Utara memiliki sekitar 60 senjata nuklir. (Dok SP)

Seoul - Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Cho Myoung-gyon, mengatakan Korea Utara (Korut) diperkirakan memiliki sekitar 20-60 bom nuklir. Menurut Cho, bom nuklir yang dimiliki Korut tersebut memiliki jangkauan yang luas dan membahayakan.

"Korea Utara kemungkinan memiliki antara 20 sampai 60 bom nuklir. Informasi ini, saya peroleh dari laporan intelijen Korea Selatan," kata Cho, dalam Sidang Parlemen Korsel, di Seoul, Senin (1/10).

Penilaian Cho terhadap persenjataan nuklir Korut tidak jauh berbeda dari berbagai perkiraan sejumlah ahli yang sebagian besar didasarkan pada jumlah bahan pembuat senjata nuklir yang diyakini diproduksi oleh Korut.

Menurut laporan pemerintah Korsel, Korut telah memproduksi 50 kilogram plutonium, cukup untuk setidaknya membuat delapan bom. Banyak ahli asing mengatakan Korea Utara kemungkinan menjalankan pabrik pengayaan uranium rahasia tambahan.

Pakar Stanford University, termasuk fisikawan nuklir Siegfried Hecker yang mengunjungi fasilitas centrifuge Korea Utara di Nyongbyon pada 2010, mengatakan dalam tulisannya pada awal tahun ini, bahwa Korut diperkirakan memiliki persediaan uranium yang sangat diperkaya dari 250 hingga 500 kilogram (550 hingga 1.100 pon), cukup untuk membuat 25 hingga 30 perangkat nuklir.

Pernyataan Cho tersebut tak langsung mendapat tanggapan dari Badan Intelijen Nasional. Sejumlah pengamat menilai pernyataan Cho dapat memicu polemik, di tengah upaya kedua Korea untuk mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan, apa yang disampaikan Cho merupakan informasi yang disampaikan untuk menanggapi pertanyaan anggota parlemen. Tak ada maksud provokasi dengan pernyataan itu.

Pihak kementerian juga menegaskan, meski saat ini Korsel sedang berupaya untuk berdamai dengan Korut, hal itu tak berarti Korsel akan mengabaikan kepemilikan senjata nuklir Korut. Korsel akan terus melakukan upaya diplomatik untuk menghapuskan program nuklir (denukrilisasi) Korut hingga tuntas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon