Festival Kerambitan Awali Rangkaian HUT Kota Tabanan
Minggu, 21 Oktober 2018 | 10:41 WIB
Tabanan - Festival Kerambitan resmi dibuka. Pembukaan festival yang digelar untuk keempat kalinya ini, sekaligus mengawali rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kota Tabanan ke-525. Festival diresmikan secara langsung oleh Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, ditandai dengan penancapan kayon di lapangan Kerambitan, Tabanan, Bali.

Bupati Eka menyatakan, tema festival tahun ini adalah 'Yowana Masikian' yang mempunyai arti Harmoni di Tanah Penuh Berkah. Tema tersebut, mengangkat nilai-nilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh. Dengan harapan, para Yowana Kerambitan saling tolong menolong dalam membangun kecamatan Kerambitan dengan segala potensi seni dan budayanya, sehingga dapat tumbuh menjadi destinasi wisata yang berkualitas.
"Saya betul-betul bangga, bersyukur dan berterima kasih dengan adanya festival ini. Festival Kerambitan menjadi trade mark yang tiap tahun selalu ditampilkan. Dimana kearifan lokal berpadu dengan pelestarian alam. Festival ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa dari kitalah (desa dan kecamatan - red), Tabanan ini bisa maju dan sukses. Kita ingin mengangkat seni dan budaya yang kita miliki dan memberikan yang terbaik untuk Tabanan," kata Bupati Eka, melalui pesan tertulisnya kepada Beritasau.com, Minggu (21/10).
Festival Kerambitan sendiri menghadirkan berbagai macam kesenian, seperti pementasan kolosal tarian kecak, pagelaran gong kebyar, okokan dan tektekan massal. Selain itu, ada pula penampilan tari rejang yang ditampilkan oleh 525 penari, sesuai dengan perayaan HUT Kota Tabanan.
Pada festival tersebut sekaligus sebagai peluncuran program Utamaning Uma lan Urip (Umaurip), yang merupakan pengembangan untuk burung hantu dan babi bali hitam, dengan tagline 'Kerambitan, Rumah Ramah Untuk Tyto Alba' serta pengembangan bibit dan kuliner Babi Bali Hitam melalui konsep pemberdayaan rumah tangga miskin melalui Unit Pengelola Kecamatan (UPK) Kerambitan dengan tagline 'Nguling Celeng Bali, Jhon Son Biyang Sayu'.
Selain menampilkan seni dan budaya Bali, festival ini juga menampilkan potensi kuliner khas dari 15 desa yang ada di Kecamatan Kerambitan.
Camat Kerambitan, I Gede Sukanada, menyampaikan, festival kerambitan keempat kembali memunculkan program inovatif Umaurip, yang di dalamnya terdapat pelestarian Tyto Alba, yang merupakan predator murni hama tikus.
"Kami munculkan program Umaurip Utamaning Uma lan Urip, yang menjadikan pertanian Kerambitan ramah lingkungan serta pelestarian babi hitam yang akan menjadi maskot kuliner Kerambitan dan sudah dikembangbiakan di Timpag," kata Sukanada.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




