Penganan Abon Ikan Sukses Tembus Pasar Eropa
Senin, 4 Juni 2012 | 05:23 WIB
Masyarakat Belanda banyak memesan makanan ini
Hasil olahan abon ikan yang dihasilkan oleh kelompok usaha bersama yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), penjualannya telah mampu menembus pasar eropa.
Agusalim, Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kendari menyatakan, produk olahan abon ikan dari Kendari sudah dijual hingga ke Belanda.
"Olahan abon ikan dari Kendari diminati warga di Belanda, sehingga negara itu menjadi salah satu pasaran abon ikan dari daerah ini," kata Agusalim.
Menurut Agussalim, pemerintah Kendari intens melakukan pembinaan terhadap kelompok usaha pengolah abon ikan di Kendari agar terus meningkatkan produksinya.
Bantuan yang diberikan kata Agusalim, adalah peralatan pembuatan abon ikan, kemudian mesin pres abon ikan atau peralatan lainnya terkait kebutuhan peningkatan produksi abon ikan.
"Bukan hanya produksi yang dipacu, tetapi tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas abon ikan yang diproduksi oleh kelompok usaha," katanya.
Lebih lanjut Agusalim menjelaskan, abon ikan dari Kendari sudah dikenal kualitasnya, sehingga banyak para pengusaha dari Jawa dan Sumatera yang memesan abon ikan dalam jumlah banyak dari Kendari.
Menurut Agusalim, produksi abon ikan yang dihasilkan para kelompok pengolah di Kendari bisa mencapai 30 ton dalam sebulan, karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Hasil olahan abon ikan yang dihasilkan oleh kelompok usaha bersama yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), penjualannya telah mampu menembus pasar eropa.
Agusalim, Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kendari menyatakan, produk olahan abon ikan dari Kendari sudah dijual hingga ke Belanda.
"Olahan abon ikan dari Kendari diminati warga di Belanda, sehingga negara itu menjadi salah satu pasaran abon ikan dari daerah ini," kata Agusalim.
Menurut Agussalim, pemerintah Kendari intens melakukan pembinaan terhadap kelompok usaha pengolah abon ikan di Kendari agar terus meningkatkan produksinya.
Bantuan yang diberikan kata Agusalim, adalah peralatan pembuatan abon ikan, kemudian mesin pres abon ikan atau peralatan lainnya terkait kebutuhan peningkatan produksi abon ikan.
"Bukan hanya produksi yang dipacu, tetapi tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas abon ikan yang diproduksi oleh kelompok usaha," katanya.
Lebih lanjut Agusalim menjelaskan, abon ikan dari Kendari sudah dikenal kualitasnya, sehingga banyak para pengusaha dari Jawa dan Sumatera yang memesan abon ikan dalam jumlah banyak dari Kendari.
Menurut Agusalim, produksi abon ikan yang dihasilkan para kelompok pengolah di Kendari bisa mencapai 30 ton dalam sebulan, karena didukung ketersediaan bahan baku yang melimpah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




