Meko, Pasir Timbul di Tengah Laut Flores Timur yang Eksotis
Senin, 28 Januari 2019 | 19:05 WIB
Flores Timur - Mungkin bila mendengar nama Kabupaten Flores Timur (Flotim) di Nusa Tenggara Timur, langsung terbesit di kepala yaitu perayaan Semana Santa di Larantuka. Namun Flotim memiliki destinasi yang tak kalah indah mulai pemandangan sunset, hingga hamparan pasir timbul di tengah laut yang berada dekat Dusun Meko, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Berdasarkan keterangan Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata (Kempar) yang diterima Senin (28/1), warga setempat menamainya Pasir Timbul Meko. Dinamai pasir timbul, lantaran terdapat gundukan pasir di tengah laut seperti pulau kecil tak berpenghuni. Luasnya kurang 1 kilometer persegi. "Pasir putih yang sedikit berwarna pink ini kontras dengan warna laut yang biru kehijauan," demikian keterangan Kampar.
Pasir warna pink itu berasal dari karang yang hancur. Keindahan ini tampak sempurna dengan dipadu pulau-pulau berwarna hijau yang subur. Tak ada ombak di pantai pasir itu, hanya riak-riak kecil yang menyapu pasir putih yang lembut. Jika air laut pasang, pulau itu akan tenggelam.
Namun, keindahan Pasir Timbul Meko harus dibayar dengan perjalananan yang cukup panjang. Dari Pelabuhan Pelni Larantuka di Kota Larantuka, menyeberang ke pelabuhan Tubilota di Pulau Adonara. Wisatawan dapat menumpang kapal motor dengah harga Rp 5.000 dengan waktu tempuh 10 menit.
Kemudian melintasi Pulau Adonara. Sewa mobil jadi cara tepat menuju ke Meko lantaran minimnya transportasi umum dan jauhnya perjalanan. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Dusun Meko.
Dusun Meko dihuni suku Bajo yang mata pencahariannya nelayan. Mereka hidup sehari-hari dari hasil tangkapan ikan. Dengan menggunakan sampan kecil, mereka menebar jaring untuk menangkap ikan.
Warga di sana bisa mengantarkan ke Pasir Timbul Meko. Pelancong dapat menyewa perahu nelayan lokal dengan harga Rp 400.000 PP. Dalam perjalanan menuju pulau itu, akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indah.
Wisatawan akan melintasi Laut Meko yang airnya jernih. Sepanjang jalan tampak terumbu karang berwarna-warni. Jika melihat ke belakang akan melihat Ile (Gunung) Boleng. Di sisi kiri dan kanan ada Bukit Sandosi dan Lembata. Sementara di depan, ada gunung api.
Secara aksesibilitas, menuju Pasir Timbul Meko bisa melalui Kota Larantuka yang bisa dijangkau dengan dua penerbangan dari Kupang. Sementara lewat Maumere dengan menempuh perjalanan darat 4 jam bisa menjadi alternatif perjalanan ke Larantuka.
Kempar menyatakan fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran juga sudah tumbuh berkembang. Di Kota Larantuka banyak ditemui hotel-hotel bahkan homestay.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




