Korut Kembali Bangun Situs Nuklir Sohae
Jumat, 8 Maret 2019 | 21:26 WIB
Pyongyang, Beritasatu.com- Korea Utara (Korut) kembali membangun situs nuklir di Sohae yang telah dinonaktifkan tahun lalu seiring proses pertemuan Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Pada Kamis (7/3), 38 North, situs penelitian Korea Utara, mempublikasikan gambar-gambar satelit yang terbaru yang menunjukkan Korut telah melakukan kegiatan di dua lokasi yang terkait dengan program nuklir negara itu.
Gambar satelit menunjukkan pekerjaan rekonstruksi telah berlangsung di fasilitas peluncuran satelit Sohae, dan telah mencapai tahap penyelesaian. Selain itu, aktivitas baru telah dilaporkan di pabrik Korea Utara yang membuat rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missiles/ICBM).
"Konstruksi dan aktivitas di area lain dari situs, Sohae tampaknya telah kembali ke status operasional normal," bunyi pernyataan North 38.
Hal itu mengkonfirmasi bahwa situs peluncuran ruang angkasa Sohae yang telah dinonaktifkan sepenuhnya beroperasi kembali, meskipun sejauh ini hanya digunakan untuk menempatkan satelit ke ruang angkasa, dan kendaraan untuk peluncuran yang menggunakan beberapa teknologi yang sama dengan ICBM.
Namun, Direktur 38 North, Joel Wit, mengatakan pekerjaan perbaikan tidak berarti uji coba peluncuran senjata nuklir akan segera terjadi. Jika ada peluncuran senjata nuklir, itupun bukan jenis rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missiles (ICBM), mengingat situs Sohae mudah dipantau.
"Dari semua skenario yang berbeda, yang paling tidak mungkin adalah tes ICBM penuh, karena mereka tidak perlu menguji dari situs ini. Untuk apa mereka melakukannya dari launcher yang dapat ditonton semua orang?" ujar Wit.
Sejumlah ahli menilai pembangunan yang kembali dilakukan Korut di situs uji coba senjata nuklir, merupakan bentuk protes atas kegagalan dalam pertemuan Trump dan Kim, di Hanoi, Vietnam, pekan lalu.
"Fakta bahwa kedua fasilitas aktif pada saat yang sama menunjukkan bahwa ada persiapan untuk peluncuran baru, tetapi belum dapat memastikan apa yang akan mereka luncurkan," kata Melissa Hanham, seorang ahli Korea Utara di yayasan One Earth Future. .
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




