Elemen Bangsa Diajak Waspadai Politik Devide et Impera

Minggu, 31 Maret 2019 | 15:15 WIB
CP
FH
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FER
HS Dillon dan Marcellus Rantetana
HS Dillon dan Marcellus Rantetana (Beritasatu.com/Ezra Sihite)

Jakarta, Beritasatu.com - Politik devide et impera atau adu domba masih digunakan oleh kelompok tertentu. Segenap elemen bangsa sudah sepatutnya mewaspadainya. Meningkatkan persatuan, tak perlu ada perpecahan.

Hal tersebut disampaikan aktivis ekonomi sosial dan hak asasi manusia, HS Dillon, di sela acara "Doa dan Ikrar Kebangsaan" yang digagas Aliansi Anak Bangsa Untuk Indonesia (AABI), di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (31/3/2019).

"Para Proklamator bisa nyatakan kemerdekaan itu adalah akibat anak bangsa pada 1928 bisa patahkan devide et impera dari kekuatan penjajah. Sekarang pun ada kekuatan yang berusaha mengadu domba, tapi tidak nampak seperti Belanda dulu," kata Dillon.

"Banyak narasi yang berusaha pecah belah kita. Oleh karena itu, kita mesti mengajak semua bisa melintasi segala perbedaan untuk kembali bersatu. Kalau tidak bersatu, kita tidak bisa capai tujuan kemerdekaan. Hanya kalau kita bersatu kita bisa damai. Setelah damai kita bisa makmur," tambah Dillon.

Dillon juga mengungkapkan, kalangan pemuda Indonesia di tahun 1928, mendeklarasikan semangat persatuan di tengah perbedaan. "Mereka melintasi perbedaan. Segala perbedaan suku agama untuk menyatakan mereka bersatu, mengusir penjajah. Bersatu melawan ketidakadilan," ucap Dillon.

Menurut Dillon, saat ini ada berbagai kekuatan mulai ekonomi, politik, geopolitik dan segala macam ingin memecah Indonesia. Kekuatan tersebut, tak ingin melihat Indonesia yang damai. Sebab, kedamaian akan menjadikan Indonesia makmur.

"Sebetulnya mereka tidak ikhlas kita menjadi bangsa besar, yang sebetulnya itu hak kita. Kita bukan merdeka, karena hadiah penjajah. Di Taman Makam Pahlawan Kalibata, ada nisan rakyat kecil wakafkan diri agar anak cucu bisa merdeka," pungkas Dillon.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon