Benteng Van Den Bosch Bagaimana Nasibmu Kini?

Rabu, 14 Agustus 2019 | 18:15 WIB
ES
B
Penulis: Elvira Anna Siahaan | Editor: B1
Kondisi Benteng Van Den Bosch yang dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan sebutan Benteng Pendem.
Kondisi Benteng Van Den Bosch yang dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan sebutan Benteng Pendem. (elvira anna siahaan)

Ngawi, Beritasatu.com - Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan istilah Benteng Pendem, di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bagaimanakah nasibmu kini? Usai dikunjungi Presiden Joko Widodo pada awal Februari 2019, kondisi benteng bersejarah ini masih belum ada tanda-tanda untuk restorasi. 

Benteng yang terletak di Jalan Untung Suropati, Pelem, Kabupaten Ngawi, dulunya pernah dihuni oleh 250 tentara Belanda. Benteng ini menjadi tempat penyimpanan senjata bedil, 6 meriam api, dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Johannes van den Bosch. 

Lalu, bagaimana wajah benteng bersejarah itu? Saat dikunjungi Beritasatu.com, Rabu (14/8/2019), kondisi benteng masih sama saat Pak Jokowi datang. Jumlah wisatawan atau pengunjung siang itu, tidak sebanyak jumlah burung Dara yang kini menjadi penghuni tetap Benteng. 

Pantauan Beritasatu.com, benteng yang banyak menyimpan kenangan bersejarah itu sekarang justru lebih dominan memperdengarkan suara dan kepak sayap burung Dara. Padahal untuk masuk dan menikmati kenangan sejarah di sana hanya memerlukan biaya Rp 5.000 per orang. 

"Restorasi benteng memang belum dimulai. Masih dibutuhkan saran dari para ahli untuk melakukan restorasi. Namun, kami tetap menjaga keaslian bangunan benteng," kata seorang perwakilan tim informasi benteng yang enggan disebutkan namanya. 

Meski kondisi benteng sedikit memprihatinkan, diakui Beritasatu.com masih banyak spot-spot foto yang instagramable untuk dinikmati pengunjung. Satu di antaranya adalah spot foto di lorong dekat makam KH Muhammad Nursalim. Di sana biasanya pengunjung banyak mengambil foto ala-ala berada di bangunan tua yang terkesan melankolis. 

Ada juga spot foto dengan kesan misterius di dalam bangunan penjara yang sudah tidak terpakai. Lubang penjara yang terletak di sisi kanan dan kiri benteng, tingginya bahkan hanya 169 meter dengan luas serentangan tangan saja. 

Penghijauan 

Melihat kondisi benteng yang juga sedikit gersang, Dandim 0805/Ngawi Letnan Kolonel Arh Hany Mahmudhi, yang siang itu hadir untuk gerakan penghijauan bercerita rasa kagumnya pada inisiatif gerakan siap sadar lingkungan (Darling) untuk menghijaukan kembali kawasan Van Den Bosch.

Rabu siang, sebanyak 130 pohon dan tanaman berbunga sengaja ditanam oleh 250 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di sekitar Ngawi, Madiun dan Solo.

Bibit tanaman yang ditanamkan siang itu berasal dari pusat pembibitan tanaman (PPT) yang terletak di Kudus, Jawa Tengah. Jenis pohon dan tanaman berbungan yang ditanam antara lain Flamboyan atau delonix regia, ki acret (Spathodea cmapanulata) atau pohon hujan yang dapat berbunga dan berbuah setiap musim, dan kembang merak yang merupakan tanaman perdu setinggi 2-4 meter. 

"Benteng ini merupakan tempat yang penuh nilai sejarah dan harus dilestarikan. Apa yang dilakukan ratusan mahasiswa dalam gerakan siap Darling hari ini adalah upaya untuk menjaga dan terus mengenang perjuangan para pahlawan," ujar Mahmudhi. 

Ditambahkan FX Supanji, perwakilan dari gerakan siap Darling, semangat generasi milenial untuk menjaga lingkungan di sekitar bangunan bersejarah harus ditingkatkan.

"Kita harus bergerak bersama-sama dalam memelihara, melestarikan, serta memperbaiki keadaan lingkungan sekitar dengan cara yang paling dekat, mudah dan disenangi. Ini semua demi masa depan anak cucu di masa mendatang," kata Supanji. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon