Music Tourism, Formula Baru Angkat Pariwisata Indonesia

Jumat, 1 November 2019 | 15:46 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Audiensi Masata dengan Menparekraf Wishnutama dan Wamen Angela dilakukan Kamis (31/10/2019) di ruang rapat menteri lantai 16 Gedung Sapta Pesona. Audiensi itu dihadiri Michael Umbas (Dewan Pembina), Panca Sarungu (Ketua), Andre Hehanussa (Wakil ketua), Lesandri (Bendahara Umum), dan Dotty Lilipaly (Sekretaris Eksekutif). Sementara Menparekraf dan Wamen didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ni Wayan Giri.
Audiensi Masata dengan Menparekraf Wishnutama dan Wamen Angela dilakukan Kamis (31/10/2019) di ruang rapat menteri lantai 16 Gedung Sapta Pesona. Audiensi itu dihadiri Michael Umbas (Dewan Pembina), Panca Sarungu (Ketua), Andre Hehanussa (Wakil ketua), Lesandri (Bendahara Umum), dan Dotty Lilipaly (Sekretaris Eksekutif). Sementara Menparekraf dan Wamen didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ni Wayan Giri. (istimewa/istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pariwisata Indonesia kini dikelola lebih serius dan sungguh-sungguh di era Kabinet Indonesia Maju. Duet Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama dan Wakil Menparekaf Angela Tanoesoedibjo dinilai menjadi kolaborasi apik.

Salah satu potensi pariwisata yang akan digalakkan adalah wisata musik atau music tourism. Indonesia dipastikan bisa menjadi destinasi showbiz, dengan memadukan kekayaan budaya, keanekaragaman seni, dan kearifan lokal.

Pembina Masyarakat Sadar Wisata (Masata), Michael Umbas, optimistis kemampuan duet Wishnutama dan Angela mampu menggerakkan semua potensi pariwisata, seperti wisata musik ini.

"Menciptakan iklim pariwisata yang kompetitif membutuhkan strategi komprehensif, melibatkan lintas departemen dan sektor. Harus ada kesamaan visi dan keterpaduan gerak memastikan keunggulan dan daya tarik wisata bisa dijual dan mendatangkan devisa bagi negara," ujar Michael dalam keterangannya kepada Beritasatu, Jumat (1/11/2019).

Dalam perbincangan bersama Wishnutama dan Angela kemarin, menurut Michael, ada berbagai gebrakan yang sedang disiapkan, terutama terkait ekosistem dan kesiapan infrastruktur event bertaraf internasional. Ini, lanjutnya, termasuk bagaimana memaksimalkan wisata musik yang belum tergarap dengan baik.

Sunset Bali Music Festival yang dipromotori oleh Anak Bangsa Juara dan Rajawali Indonesia menjadi satu di antara wisata musik yang akan digelar tahun ini. Acara yang digelar di Bali pada 6-7 Desember 2019 itu akan menampilkan musisi legendaris UB40, didampingi sederet musisi Tanah Air seperti KLA Project, Tulus, Andre Hehanussa, Navicula, Steven and Coconut Treez, Shaggydog, dan The Hydrant.

"Saya dan Bu Wamen siap hadir. Acara ini keren dan salah satu bentuk atraksi showbiz tourism yang akan digalakkan," kata Wishnutama dalam audiensi yang digelar di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis (31/10/2019).

Wishnutama juga menyambut baik Ambon yang telah ditetapkan sebagai salah Kota Musik dunia dan berharap ada event besar musik di sana. "Kita ajak sebanyak mungkin musisi dunia tampil di Indonesia salah satunya di Ambon. Kami akan dorong dan dukung penuh," ujarnya.

Audiensi Masata dengan Menparekraf Wishnutama dan Wamen Angela dilakukan Kamis (31/10/2019) di ruang rapat menteri lantai 16 Gedung Sapta Pesona. Audiensi itu dihadiri Michael Umbas (Dewan Pembina), Panca Sarungu (Ketua), Andre Hehanussa (Wakil ketua), Lesandri (Bendahara Umum), dan Dotty Lilipaly (Sekretaris Eksekutif). Sementara Menparekraf dan Wamen didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ni Wayan Giri.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon