Sambut Natal, Menag Serukan Jaga Keberagaman
Selasa, 24 Desember 2019 | 15:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menyambut Hari Natal, Rabu (25/12/2019), Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan pesan bagi umat Kristiani di seluruh Tanah Air. Menag mengharapkan melalui perayaan Natal agar tercapai damai dan kebahagiaan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menag di depan sekitar 10.000 jemaah saat mengikuti perayaan Natal di Gereja Reformed Injili Indonesia, Kemayoran, Jakarta.
"Kami berharap melalui perayaan natal ini kiranya damai dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita sekalian dan memberi semangat untuk mewujudkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia," kata Menteri Agama.
Lebih lanjut Menag menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terdiri atas macam-macam suku, budaya serta keyakinan ini telah lama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama. Sepanjang sejarah Indonesia para penjajah menggunakan politik pecah belah atau divide et impera guna menancapkan kekuasaan di Tanah Air.
Proses terbentuknya negara Indonesia juga melalui adu pendapat gagasan dari para Bapak Bangsa.
"Kita bersyukur karena pada akhirnya seluruh perbedaan yang ada tidak menghalangi para Bapak Bangsa kita untuk memerdekakan negeri ini dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang disatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda namun tetap satu. Adanya kesamaan cita-cita luhur membuat mereka mampu melampaui sekat-sekat perbedaan yang ada," papar Fachrul Razi.
Lebih lanjut Menag menyatakan bahwa tema Natal Nasional tahun 2019 adalah "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang". Tema ini tentu sangat relevan dengan situasi bangsa saat ini untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, ras dan golongan. Bagi umat Kristiani panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan berbangsa dan masyarakat.
"Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi Indonesia yang adil dan beradab," sebut Fachrul Razi.
"Kita bersyukur Indonesia yang majemuk penuh keragaman, selalu dapat dikelola dengan baik. Kita telah sepakat menjadikan kemajemukan sebagai aset kekayaan budaya yang harus dirawat dengan toleransi dan saling menghormati. Dengan pertolongan Tuhan, persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa, akan terus terjaga dan terpelihara dengan baik, sebagai modal dasar pembangunan sepanjang zaman," kata Menteri Agama.
Lebih lanjut Menag menyatakan bahwa agama adalah sumber dari semua kebaikan, dan bukan sebaliknya sebagai sumber kekerasan. Apabila terjadi konflik dan kekerasan yang mengatasnamakan agama, hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama itu sendiri. Kitab-kitab suci diturunkan Tuhan melalui Nabi dan Rasul terpilih untuk menjadi pedoman dan panduan umatnya dalam mengamalkan nilai-nilai kebajikan di dalam kehidupan bersama.
"Kedamaian memberikan kita banyak kesempatan untuk melakukan perbaikan dan amal kebajikan. Melalui peringatan Natal, kita diajak untuk menyadari panggilan sebagai pribadi yang bersedia mengabdi dengan penuh hikmah. Perayaan Natal juga mengingatkan kita akan pentingnya bersikap bijak dalam menyikapi segala perbedaan," kata Menag.
Menurut Menag Natal dirayakan tidak hanya untuk mengenang kelahiran, tetapi juga meneladani kehidupan Yesus yang penuh hikmat. Yesus datang untuk membawa rahmat. Kata-katanya tidak membakar amarah, tetapi menyejukkan jiwa. Nasihatnya tidak meninabobokan, tetapi menegur dan memberi jalan keluar. Tegurannya bukan penghujatan, tetapi jalan keselamatan. Ajarannya bukan asal menyenangkan, tetapi mengembalikan martabat kemanusiaan.
"Marilah kita merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian semata, tetapi juga dengan upaya konkret untuk hidup dalam hikmat Tuhan. Kiranya Perayaan Natal menjadi saat yang tepat untuk memahami hakikat perbedaan dan keragaman, menyadari luhurnya martabat manusia dan pentingnya menghormati sesama manusia," kata Menag.
"Saya selaku Menteri Agama Republik Indonesia mewakili Pemerintah mengucapkan Selamat Merayakan Natal 25 Desember 2019 dan Selamat Menjelang Tahun Baru 2019. Kiranya damai dan sukacita Natal memampukan kita untuk Hidup Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua," pungkas Menteri Agama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




