Gerindra Cap Halida Hatta Inkonsisten Jika Pindah Partai

Rabu, 11 Juli 2012 | 13:34 WIB
EC
B
Penulis: Ezra Sihite/ Wisnu Cipto | Editor: B1
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi (kanan), Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani (kiri) dalam acara peringatan Ulang Tahun Partai Gerindra ke-4 di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. FOTO :  Reno Esnir/ANTARA
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi (kanan), Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani (kiri) dalam acara peringatan Ulang Tahun Partai Gerindra ke-4 di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. FOTO : Reno Esnir/ANTARA
Setelah menyerahkan surat pengunduran diri, Halida Hatta sempat makan malam bersama Ketua Dewan Pembina Prabowo  Subianto dan Ketum Suhardi.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi mengatakan partainya menerima pengunduran diri Halida Hatta, salah satu pendiri partai dan wakil ketua umum dengan alasan pekerjaan.

Namun, Suhardi menilainya sebagai inkonsistensi jika memang alasan pengunduran diri Halida karena kecewa dan kemudian  akhirnya memilih pindah ke partai lain.
 
"Ya kalau itu (kekecewaan Halida) saya enggak tahu suratnya ke kami itu karena pekerjaan," kata Suhardi, ketika ditemui, di kawasan Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara, hari ini.
 
Menurut Suhardi, Halida saat ini bekerja di salah satu perusahaan asing milik Jepang yang tak memperbolehkan dia beraktivitas politik.

Setelah menyerahkan surat pengunduran diri, Ketua Dewan Pembina, Prabowo  Subianto, dirinya dan Halida makan malam. Halida, lanjut dia, kala itu tidak menyampaikan uneg-uneg apapun.
 
Sebelumnya, Halida Hatta mengundurkan diri dari Gerindra. Kemudian dia mengungkapkan kekecewaan kepada Gerindra melalui salah satu media cetak nasional.

Belakangan partai NasDem melalui ketua umumnya, Patrice Rio Capella menyatakan telah membuka komunikasi untuk mengajak Halida ke partainya. Jawaban atas ajakan tersebut belum diterima NasDem.

Menanggapi hal itu, Suhardi mengatakan, mereka awalnya keberatan Halida mundur. Namun, lanjut dia, keteguhan putri Mohammad Hatta itu untuk tak lagi berpolitik harus dihormati.
 
"Ya kalau begitu (Halida bersedia diajak partai lain), tidak konsisten dong," kritik Suhardi, soal pinangan partai NasDem itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon