Penambangan Ilegal
Rebutan Tambang Emas, Empat Orang Tewas
Kamis, 12 Juli 2012 | 15:37 WIB
Saat bentrok terjadi di lokasi kejadian sedang digenangi banjir sehingga jalan terputus
Kilau emas bisa membuat orang gelap mata.
Itulah yang terjadi dalam bentrokan antar penambang liar yang terjadi di wilayah tambang emas di Gunung Botak, Waeapo, Pulau Buru, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Rabu kemarin (11/7) pukul 13.30 WITA.
Akibatnya empat orang dilaporkan tewas akibat bentrokan tersebut.
"Ada sekelompok orang menyerang kelompok lain dengan senjata parang dan tombak antara masyarakat Ambalo dengan masyarakat adat Kabupaten Buru. Peristiwa itu menimbulkan satu orang masyarakat Ambalo dan satu orang masyarakat adat meninggal dunia,"kata Kabag Penum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri Kamis (12/7).
Dua orang yang meninggal lainnya adalah warga pendatang. Yakni seorang asal Tasikmalaya dan seorang asal Manado.
Agus tak mempunyai data lebih banyak tentang identitas keempat korban itu.
Untuk mengatasi kerusuhan ini, Agus menambahkan, Polres Buru telah menugaskan unit Sabhara dan Brimob--masing-masing satu peleton--dibantu TNI.
Kesulitannya adalah pada saat bentrok terjadi di lokasi kejadian sedang digenangi banjir sehingga jalan terputus. Polisi juga tengah menyiapkan tambahan anggota jika diperlukan.
"Peristiwa ini adalah dampak dari bentrokan serupa dua bulan lalu antar warga masyarakat di lokasi yang sama. Di lokasi itu memang terjadi saling klaim lahan emas antara kelompok yang kita duga penambang ilegal itu. Dalam bentrok yang lalu itu juga ada korban jiwa," kata Agus.
Sementara ini belum ada satupun orang yang dijadikan tersangka. Polisi juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan anggota di lapangan karena jaraknya yang jauh.
Kilau emas bisa membuat orang gelap mata.
Itulah yang terjadi dalam bentrokan antar penambang liar yang terjadi di wilayah tambang emas di Gunung Botak, Waeapo, Pulau Buru, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Rabu kemarin (11/7) pukul 13.30 WITA.
Akibatnya empat orang dilaporkan tewas akibat bentrokan tersebut.
"Ada sekelompok orang menyerang kelompok lain dengan senjata parang dan tombak antara masyarakat Ambalo dengan masyarakat adat Kabupaten Buru. Peristiwa itu menimbulkan satu orang masyarakat Ambalo dan satu orang masyarakat adat meninggal dunia,"kata Kabag Penum Polri, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri Kamis (12/7).
Dua orang yang meninggal lainnya adalah warga pendatang. Yakni seorang asal Tasikmalaya dan seorang asal Manado.
Agus tak mempunyai data lebih banyak tentang identitas keempat korban itu.
Untuk mengatasi kerusuhan ini, Agus menambahkan, Polres Buru telah menugaskan unit Sabhara dan Brimob--masing-masing satu peleton--dibantu TNI.
Kesulitannya adalah pada saat bentrok terjadi di lokasi kejadian sedang digenangi banjir sehingga jalan terputus. Polisi juga tengah menyiapkan tambahan anggota jika diperlukan.
"Peristiwa ini adalah dampak dari bentrokan serupa dua bulan lalu antar warga masyarakat di lokasi yang sama. Di lokasi itu memang terjadi saling klaim lahan emas antara kelompok yang kita duga penambang ilegal itu. Dalam bentrok yang lalu itu juga ada korban jiwa," kata Agus.
Sementara ini belum ada satupun orang yang dijadikan tersangka. Polisi juga kesulitan untuk berkomunikasi dengan anggota di lapangan karena jaraknya yang jauh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
SUMATERA SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




