Pemerintah Tegaskan Korban Meninggal di Cianjur Bukan karena Virus Corona
Selasa, 3 Maret 2020 | 16:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah membantah karyawan BUMN warga Bekasi yang meninggal di Cianjur, Jawa Barat karena virus corona. Pasien tersebut dinyatakan negatif corona.
"Yang (meninggal) di Cianjur, berdasarkan dari hasil pemantauan kita, dia termasuk 155 spesimen yang negatif (corona). Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19," kata Juru Bicara Penanganan Corona Achmad Yurianto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Soal penyebab meninggalnya pasien Achmad Yurianto mengatakan pihaknya akan menanyakan langsung ke pihak rumah sakit. "Akan kami tanyakan ke rumah sakitnya," ujar Achmad Yurianto.
Seperti diberitakan, seorang pria berinisial D berusia 50 tahun diduga menjadi suspect virus corona tengah dirawat di Rumah Sakit dr Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat. Pasien yang merupakan warga Bekasi tersebut sudah menjalani perawatan sejak Minggu (1/3/2020) kemarin.
Pasien yang merupakan pegawai BUMN ini memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia pada 14 hingga 17 Februari 2020. Pada 20 Februari, pasien tersebut mulai merasakan sakit demam dan batuk-batuk. Selanjutnya, pasien mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi pada 22-26 Februari. Namun meski belum sembuh betul, pasien memutuskan untuk pulang.
Kemudian pasien berkunjung ke rumah saudaranya di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, sekaligus bermaksud untuk mencari pengobatan. Namun pada Minggu 1 Maret 2020, kondisi yang bersangkutan ternyata makin menurun serta merasakan sesak nafas. Kemudian, pasien dirawat kembali di RSDH. Namun sebelum sempat dirujuk ke RS Hasan Sadikin Badung, pasien meninggal dunia hari ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




