Terapi Plasma untuk Covid-19 Segera Masuk Uji Klinis

Minggu, 3 Mei 2020 | 21:41 WIB
DM
B
Penulis: Dina Manafe | Editor: B1
Usulan Terapi Plasma Konvalesen Untuk Pasien Covid-19 Dapat Digunakan di Indonesia
Usulan Terapi Plasma Konvalesen Untuk Pasien Covid-19 Dapat Digunakan di Indonesia (Youtube.com/BeritaSatu/BSTV)

Jakarta, Beritasatu.com - Terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 masih dalam tahap uji coba di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Dalam waktu dekat, sekitar minggu depan, terapi plasma ini masuk tahap clinical trial atau uji klinis.

Dihubungi Beritasatu, Minggu (3/5/2020) malam, Direktur Pembinaan dan Pengembangan RSPAD, Dokter Nana Sarnadi mengatakan, saat ini uji coba terapi plasma konvalesen sedang berlangsung. Setelah target uji coba mencapai 10 pasien, barulah hasilnya akan dipublikasikan secara ilmiah.

Sejauh ini, menurut Nana, hasilnya menunjukkan terapi plasma ini efektif menyembuhkan pasien Covid-19. Namun, terapi plasma ini bukanlah terapi tunggal. Artinya, pada saat pemberian terapi plasma, obat-obat standar yang selama ini menjadi pengobatan Covid-19 seperti klorokuin tetap diberikan kepada pasien.

Setelah uji coba ini, proses akan dilanjutkan ke penelitian yang lebih besar lagi, yang disebut dengan uji klinis. Untuk uji klinis ini, menurut Nana, akan mulai dibahas minggu depan. Saat ini masih disusun protokolnya.

"Kita akan lanjutkan ke clinical trial, yang mungkin akan melibatkan beberapa rumah sakit (RS), dan akan dikoordinir langsung oleh Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan," kata Nana.

Ia menyebut, setelah uji klinis, terapi plasma sudah bisa mendapatkan izin edar dari Badan POM. Namun belum bisa dipastikan kapan persis waktu dan berapa lama dilakukan uji klinis ini. Sebab, diperlukan visi dan misi yang sama dari sejumlah fasilitas kesehatan.

Sebab layanan terapi plasma ini berbasis penelitian, sehingga pemberiannya harus mendapatkan izin dari Komisi Etik Penelitian. Untuk pengembangan terapi ini, menurut Nana, RSPAD bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Biofarma, Lembaga Eijkman, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Nana menambahkan, RSPAD adalah RS pertama yang mengembangkan uji coba terapi plasma. Ini didasarkan pada sejumlah hasil yang sudah diterapkan di negara lain dalam pengobatan pasien Covid-19, seperti Tiongkok, Korea, Vietnam, dan Amerika Serikat. Bahkan jauh sebelumnya, terapi plasma telah menjadi pengobatan untuk wabah ebola tahun 2014, MERS Cov tahun 2015, H5N1, dan H1N1.

Nana menjelaskan, di dalam komponen darah ada plasma dan butiran darah. Plasma ini selain komponennya mengandung 92% air, juga mengandung protein yang bersifat antibodi. Antibodi inilah yang bisa dimanfaatkan untuk penguatan antibodi pada pasien Covid-19.

Plasma ini diambil dari pasien yang sudah sembuh dari Covid-19. Mengapa? Plasma pada pasien sembuh memiliki antibodi tinggi, sehingga meski pasien terinfeksi Covid-19 tetapi peningkatan antibodinya tersebut membuatnya sembuh. Inilah yang diambil untuk mengobati pasien yang terinfeksi Covid-19 dan sedang dirawat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon