Andi Darussalam Kritik Bepe dkk Remehkan Istilah Timnas
Kamis, 2 Agustus 2012 | 00:54 WIB
Mestinya bisa lebih bijak menyikapi situasi persepakbolaan nasional sekarang ini bahwa masalah Timnas termasuk yang tengah dibahas Joint Committee.
Mantan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala mengkritik langkah Bambang Pamungkas (Bepe), Firman Utina, Ponaryo Astaman bergabung ke dalam tim bentukan PSSI Djohar Arifin untuk menghadapi laga persahabatan melawan klub Valencia Spanyol pada Sabtu mendatang.
"Belasan tahun saya bersama mereka di Timnas dan saya sangat mengenal karakter mereka. Tetapi dengan keputusan yang mereka buat sekarang, mereka seperti menjadi 'orang asing' di mata saya," kata Andi, di Jakarta, kemarin.
Andi mengingatkan agar semua pihak tidak meremehkan dan berlaku sembarangan terhadap pembentukan Timnas jika situasi organisasi PSSI masih dalam kondisi carut marut seperti sekarang ini.
"Saya termasuk yang keberatan jika dalam situasi persepakbolaan nasional yang masih karut-marut ini kita mengedepankan kata 'Timnas' untuk tim-tim yang dipersiapkan oleh kepengurusan PSSI sekarang. Konotasi 'Timnas' bagi saya sangat sakral dan tak bisa sembarang dipakai," ungkap dia.
Untuk itu, Andi mengingatkan Bepe dan kawan-kawan bahwa dalam situasi sekarang ini amat riskan untuk membela tim yang dibentuk kepengurusan PSSI dengan kondisi sekarang ini. Meski demikian, diakuinya, menjadi kebanggaan bagi seorang pemain untuk membela Timnas.
Namun, kata Andi, ada kesepakatan dan ada perjanjian antara pemain dengan klub yang sama-sama harus dipatuhi. "Inilah etikanya. Seorang pemain tentunya tidak hanya menuntut profesinalismenya tetapi tidak harus mengabaikan etika yang harus dijunjung tinggi. Jika tidak, pemain itu sama saja tidak bersikap profesional," tutur dia.
Ditambahkan Andi, mestinya para pemain bisa lebih bijak menyikapi situasi persepakbolaan nasional sekarang ini bahwa masalah Timnas termasuk yang tengah dibahas Joint Committee (JC). Oleh karena, semua pihak harus menunggu formula atau solusi yang dicapai oleh JC.
"Mereka sudah tidak beretika dan mencederai kesepakatan yang sudah dibuat dengan klubnya dalam bentuk kontrak," sesal Andi. "Saya kira apa yang mereka lakukan tidak patut diteladani."
Mantan manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala mengkritik langkah Bambang Pamungkas (Bepe), Firman Utina, Ponaryo Astaman bergabung ke dalam tim bentukan PSSI Djohar Arifin untuk menghadapi laga persahabatan melawan klub Valencia Spanyol pada Sabtu mendatang.
"Belasan tahun saya bersama mereka di Timnas dan saya sangat mengenal karakter mereka. Tetapi dengan keputusan yang mereka buat sekarang, mereka seperti menjadi 'orang asing' di mata saya," kata Andi, di Jakarta, kemarin.
Andi mengingatkan agar semua pihak tidak meremehkan dan berlaku sembarangan terhadap pembentukan Timnas jika situasi organisasi PSSI masih dalam kondisi carut marut seperti sekarang ini.
"Saya termasuk yang keberatan jika dalam situasi persepakbolaan nasional yang masih karut-marut ini kita mengedepankan kata 'Timnas' untuk tim-tim yang dipersiapkan oleh kepengurusan PSSI sekarang. Konotasi 'Timnas' bagi saya sangat sakral dan tak bisa sembarang dipakai," ungkap dia.
Untuk itu, Andi mengingatkan Bepe dan kawan-kawan bahwa dalam situasi sekarang ini amat riskan untuk membela tim yang dibentuk kepengurusan PSSI dengan kondisi sekarang ini. Meski demikian, diakuinya, menjadi kebanggaan bagi seorang pemain untuk membela Timnas.
Namun, kata Andi, ada kesepakatan dan ada perjanjian antara pemain dengan klub yang sama-sama harus dipatuhi. "Inilah etikanya. Seorang pemain tentunya tidak hanya menuntut profesinalismenya tetapi tidak harus mengabaikan etika yang harus dijunjung tinggi. Jika tidak, pemain itu sama saja tidak bersikap profesional," tutur dia.
Ditambahkan Andi, mestinya para pemain bisa lebih bijak menyikapi situasi persepakbolaan nasional sekarang ini bahwa masalah Timnas termasuk yang tengah dibahas Joint Committee (JC). Oleh karena, semua pihak harus menunggu formula atau solusi yang dicapai oleh JC.
"Mereka sudah tidak beretika dan mencederai kesepakatan yang sudah dibuat dengan klubnya dalam bentuk kontrak," sesal Andi. "Saya kira apa yang mereka lakukan tidak patut diteladani."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




