Kasih Ibu Jaga Anak dari Pubertas Dini
Senin, 13 Agustus 2012 | 00:17 WIB
Kasih sayang serta perhatian dari ibu ternyata mampu menjaga buah hati Anda dari pubertas dini.
Ingin anak perempuan tak matang sebelum waktunya? Jawabannya ternyata sederhana, kasih serta perhatian dari ibu sudah cukup bagi si buah hati.
Peneliti dari University of London, Jay Belsky, seperti dikutip dari situs Time, pubertas adalah hasil dari lingkungan yang tidak stabil serta berisiko tinggi.
Hal ini bisa terjadi jika ikatan kasih sayang orang tua dan anak yang kurang erat. Menurut teori evolusi, persepsi anak perempuan pada lingkungan seperti itu membuat organ reproduksinya berkembang dengan lebih cepat.
"Evolusi biologi yang terpenting adalah meneruskan keturunan. Dalam kondisi itu, saat kondisi masa depan dipandang genting, dimana satu individu mungkin tidak bisa bertahan dalam waktu yang cukup untuk meneruskan keturunan membuat mereka harus matang lebih cepat. Hal tersebut yang memicu terjadinya pubertas dini," papar Belsky.
Penelitian yang dilakukan Belsky melibatkan 373 anak perempuan. Perkembangan mereka diikuti sejak lahir hingga ulang tahun ke-15.
Riset dilakukan dengan mengukur kedekatan bayi pada anak di usia 15 bulan dengan memisahkan dan kembali mendekatkan mereka. Bayi yang tersenyum, atau bertingkah senang melihat ibu mereka kembali digolongkan pada bayi dalam kondisi aman.
Sementara mereka yang merasa takut atau tidak nyaman saat dipertemukan kembali digolongkan pada bayi yang tidak aman.
Ketika mereka berumur 9 ½ tahun, bayi yang tergolong tidak aman sudah mencapai tahap pubertas, 2 hingga 4 bulan lebih cepat dibanding bayi lainnya. Bayi golongan tidak aman ini juga mendapatkan menstruasi lebih awal dibanding bayi golongan aman.
Ibu tak perlu khawatir mengenai pubertas dini. Kurangnya perhatian pada putri Anda saat menginjak usia remaja, bukan satu-satunya pemicu pubertas dini.
Pengaruh kimiawi dari lingkungan serta faktor genetik masih menjadi penyumbang pubertas dini. Selain itu pengaruh nutrisi yang lebih baik juga turut sumbang peranan. Kendati begitu, kasih sayang serta perhatian ibu setidaknya menjaga anak dari pengaruh pergaulan yang buruk saat mereka beranjak remaja.
Ingin anak perempuan tak matang sebelum waktunya? Jawabannya ternyata sederhana, kasih serta perhatian dari ibu sudah cukup bagi si buah hati.
Peneliti dari University of London, Jay Belsky, seperti dikutip dari situs Time, pubertas adalah hasil dari lingkungan yang tidak stabil serta berisiko tinggi.
Hal ini bisa terjadi jika ikatan kasih sayang orang tua dan anak yang kurang erat. Menurut teori evolusi, persepsi anak perempuan pada lingkungan seperti itu membuat organ reproduksinya berkembang dengan lebih cepat.
"Evolusi biologi yang terpenting adalah meneruskan keturunan. Dalam kondisi itu, saat kondisi masa depan dipandang genting, dimana satu individu mungkin tidak bisa bertahan dalam waktu yang cukup untuk meneruskan keturunan membuat mereka harus matang lebih cepat. Hal tersebut yang memicu terjadinya pubertas dini," papar Belsky.
Penelitian yang dilakukan Belsky melibatkan 373 anak perempuan. Perkembangan mereka diikuti sejak lahir hingga ulang tahun ke-15.
Riset dilakukan dengan mengukur kedekatan bayi pada anak di usia 15 bulan dengan memisahkan dan kembali mendekatkan mereka. Bayi yang tersenyum, atau bertingkah senang melihat ibu mereka kembali digolongkan pada bayi dalam kondisi aman.
Sementara mereka yang merasa takut atau tidak nyaman saat dipertemukan kembali digolongkan pada bayi yang tidak aman.
Ketika mereka berumur 9 ½ tahun, bayi yang tergolong tidak aman sudah mencapai tahap pubertas, 2 hingga 4 bulan lebih cepat dibanding bayi lainnya. Bayi golongan tidak aman ini juga mendapatkan menstruasi lebih awal dibanding bayi golongan aman.
Ibu tak perlu khawatir mengenai pubertas dini. Kurangnya perhatian pada putri Anda saat menginjak usia remaja, bukan satu-satunya pemicu pubertas dini.
Pengaruh kimiawi dari lingkungan serta faktor genetik masih menjadi penyumbang pubertas dini. Selain itu pengaruh nutrisi yang lebih baik juga turut sumbang peranan. Kendati begitu, kasih sayang serta perhatian ibu setidaknya menjaga anak dari pengaruh pergaulan yang buruk saat mereka beranjak remaja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




