“Amerika Tidak Aman di Bawah Joe Biden”, Mike Pence Sampaikan Pidato Terbaik

Kamis, 27 Agustus 2020 | 15:41 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Wakil Presiden AS Mike Pence memberi hormat sebelum berpidato di Konvensi Partai Republik di Monumen Nasional Fort McHenry di Baltimore, Maryland, 26 Agustus 2020.
Wakil Presiden AS Mike Pence memberi hormat sebelum berpidato di Konvensi Partai Republik di Monumen Nasional Fort McHenry di Baltimore, Maryland, 26 Agustus 2020. (AFP)

Beritasatu.com – Dengan raut wajah yang tenang, tegas, dan berwibawa, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menjelaskan kenapa rakyat Amerika harus kembali memilih Presiden Donald Trump, bukan berjudi dengan calon presiden Partai Demokrat Joe Biden yang disebutnya sebagai "kuda Troya" kelompok radikal kiri yang akan membahayakan masa depan negara itu.

Hal tersebut disampaikan Pence di pidato penerimaan sebagai calon wakil presiden mendampingi Trump, Rabu (26/8/2020) malam waktu setempat atau Kamis WIB, dalam rangkaian Konvensi Partai Republik yang telah berlangsung sejak Senin.

Pidato Pence disebut-sebut sebagai yang terbaik dibandingkan para pembicara lain yang didominasi anak istri Trump sepanjang konvensi kali ini.

Pence menggunakan kalimat yang dipilih dengan hati-hati untuk menggambarkan prestasi Trump sembari terus mendiskreditkan Biden.

"Presiden Trump membawa bangsa kita ke jalan kebebasan dan kesempatan sejak hari pertama pemerintahannya," kata Pence. "Namun, Joe Biden akan membawa Amerika ke jalan sosialisme dan kemunduran. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi."

Dia menunjukkan risiko di bidang keamanan dalam negeri kalau Biden menjadi presiden, dengan menyampaikan kutipan pertanyaan ke Biden "apakah dia akan memangkas dana lembaga penegak hukum".

"Dan dia menjawab, ‘Ya, tentu saja.’," kata Pence. Di bawah Trump, anggaran lembaga penegak hukum tidak akan pernah dipangkas, "tidak sekarang, tidak selamanya", tegasnya.

"Anda tidak akan aman kalau Joe Biden memimpin Amerika," kata Pence, disambut tepuk tangan audiens yang jumlahnya dibatasi.

Kalimat Biden "ya, tentu saja" itu sebetulnya diambil di luar konteks. Biden menyampaikan jawaban tersebut saat ditanya soal tuntutan para demonstran untuk mengalihkan sebagian pendanaan polisi ke pelayanan sosial untuk mengurangi kekerasan polisi yang acap berujung kematian. Biden sendiri berulangkali menegaskan "Saya tidak mendukung penghapusan anggaran polisi".

Kuda Troya
Pidato Pence disampaikan di benteng Fort McHenry, tempat bersejarah yang menjadi salah satu lokasi perang kemerdekaan tahun 1812 di Baltimore, Maryland.

Ibu dan istri Pence, Karen, hadir dalam pidato tersebut bersama Ibu Negara Melania Trump, veteran perang, tenaga medis dan para penerima medali penghargaan.

Pence mengingatkan bahwa dalam konvensi Partai Demokrat pekan lalu, Biden tidak mengucapkan sepatah kata pun soal maraknya aksi kekerasan di berbagai kota di Amerika.

"Kami yang akan menegakkan hukum dan ketertiban di jalanan negara ini," kata Pence.

Pilihan dalam pilpres kali ini sangat mudah dan risiko yang dipertaruhkan sangat tinggi jika salah pilih, kata Pence.

"Joe Biden akan menjadi tidak lebih dari kuda Troya bagi kelompok radikal kiri," imbuhnya.

Istilah kelompok kiri dalam politik Amerika merujuk pada pandangan yang liberal dalam berbagai isu. Kubu Trump menuduh Partai Demokrat terlalu liberal sehingga cenderung radikal dan anti kemapanan.

Kelompok kanan, di pihak lain, mewakili kubu konservatif, nasionalis, dan pro status quo.

"Presiden Trump dan saya sadar bahwa para pria dan wanita berseragam penegak hukum adalah orang-orang terbaik kita. Mereka mempertaruhkan nyawa setiap hari," kata Pence.

"Rakyat Amerika tahu mereka tidak harus memilih salah satu antara mendukung penegakan hukum dan hidup berdampingan bersama tetangga Afro-Amerika untuk meningkatkan kualitas hidup di kota-kota kita."

Virus Corona
Pence memuji Trump menurut sudut pandangnya yang tidak diketahui banyak orang.

"Saya telah bekerja dekat dengan presiden kita. Saya sudah melihatnya ketika tidak ada kamera. Warga Amerika melihat Presiden Trump dalam banyak cara, tetapi tidak ada keraguan bagaimana Presiden Trump melihat Amerika. Dia melihat Amerika apa adanya ... sebuah bangsa yang telah melakukan lebih banyak kebaikan di dunia ini daripada negara-negara lain … sebuah bangsa yang layak mendapat lebih banyak rasa syukur daripada ucapan duka," ujarnya.

Lalu dia menyampaikan pesan ke para pemilih.

"Tanya diri Anda sendiri: Siapa yang Anda percayai bisa membangun kembali ekonomi kita? Seorang politisi karir yang memimpin pemulihan ekonomi paling lambat sejak Depresi Besar? Atau seorang pemimpin yang telah terbukti dalam membangun ekonomi terbesar di dunia?"

Pence, yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, menyempatkan diri untuk menyampaikan simpatinya kepada para korban pandemik virus tersebut, mengikuti jejak Melania Trump hari sebelumnya.

"Kami sudah di jalur yang benar untuk mendapatkan vaksin virus corona pertama di dunia yang aman dan efektif pada akhir tahun ini," kata Pence.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon