OPM Klaim Rampas Senjata dari Aksi Serangan di Intan Jaya
Jumat, 18 September 2020 | 09:47 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggung jawab atas penyerangan dan penembakan terhadap satu anggota TNI di Intan Jaya, Kamis (17/9/2020). Mereka juga mengaku telah menyerang seorang tukang ojek yang diklaim OPM sebagai intel TNI-Polri hingga tewas.
Hal itu diungkapkan, juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dari Papua Nugini, Jumat (18/9/2020) pagi. "Aksi itu dilakukan di bawah komando pimpinan Yundius Kogoya dan Panglima Kodap XIII Intan Jaya Kemabu Ayub Walker," ujarnya.
Serangan terhadap anggota TNI dilakukan dengan menembaki rombongan Satgas Apter Koramil Hitadipa dari dua arah. Sempat terjadi kontak tembakan pada Kamis pukul 14.10 WIT.
Sebby mengatakan, setelah baku tembak selama tiga menit pihak TNI mundur. Serngan tersebut memakan korban Serka Sahlan anggota Babinsa.
Baru sekitar pukul 15.30 WIT jasadnya dievakuasi aparat gabungan TNI-Polri dan dibawa ke puskesmas Sugapa pada sore harinya.
"Pasukan TPNPB OPM merebut satu pucuk senjata laras panjang panjang tipe FNC dan 25 butir munisi 5,56 dan 1 buah magasen,"ujar Sebby.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




