Tempat Kerja Ramah Keluarga Jadi Kebutuhan
Sabtu, 14 November 2020 | 16:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Executive Director The Center for Child Rights and Corporate Social Responsibility (CCR CSR) Asia, Ines Kaempfer mengatakan, tantangan terbesar bagi pekerja dengan low-income di masa pandemi Covid-19 adalah masalah ekonomi.
"Sebanyak 92 persen responden menyatakan masalah ekonomi sebagai tantangan utama. Hal ini, menimbulkan tantangan tersendiri bagi keluarga, mulai dari risiko putus sekolah, kesehatan, keamanan, meningkatnya tingkat stress dan eksploitasi pekerja," kata Ines Kaempfer dalam keterangan persnya, Sabtu (14/11/2020).
Selain itu, jelas Ines, pada masa pandemi ini juga meningkatkan risiko para pekerja usia dini khususnya anak-anak, karena adanya tekanan finansial, kerja serabutan, lingkungan kerja yang tidak baik, banyaknya pekerja yang dijadikan pekerja harian. "Para orang tua terpaksa membawa anaknya ke tempat kerja, serta kekurangan pekerja," jelasnya.
Inez menambahkan, 88 persen responden memilih menginginkan untuk memiliki waktu yang seimbang antara bekerja dan keluarga. "Sehingga, tempat kerja ramah keluarga dinilai dapat memiliki kesimbangan dari waktu, fasilitas, dan finansial," tambahnya.
Menurut Inez, tempat kerja ramah keluarga lebih menguntungkan. Sebanyak 92 persen responden mengungkapkan, mereka dapat memiliki kemampuan lebih banyak, 87 persen mendapatkan harapan kerja yang lebih baik, dan 89 persen pekerja bersedia kerja lebih lama.
"Selain itu, responden juga menyatakan, produktivitas yang meningkat akan menambah jaringan relasi dengan klien, sehingga dapat meningkatkan keuntungan," tandasnya.
Chief of Business Development Save the Children, Rizal Algamar menjelaskan, anak merupakan masa depan bangsa dan cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang kelak menjadi penerus cita-cita penerus bangsa. "Anak memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional, dan diharapkan menjadi manusia yang berkualitas," kata Rizal.
Rizal menjelaskan, akibat dampak pandemi Covid-19, anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar. Sementara, para pekerja sedang menghadapi masalah ekonomi. "Kondisi ini, akan mengarah kepada meningkatnya pekerja anak-anak atau usia muda," jelasnya.
Seharusnya, kata Rizal, anak-anak dapat bermain, berkreativitas, memperoleh edukasi, kesehatan dan sejahtera, tanpa khawatir jauh dari orang tua. "Sebaliknya, para orangtua tetap dapat bekerja dengan tenang tanpa perlu kekhawatiran kehilangan waktu bersama anaknya. Kondisi ini, dapat mendukung proses tumbuh kembang anak dengan baik," kata Rizal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




