Pasca Kebakaran Pasar Turi Lama, Pedagang Minta Tempat Baru

Rabu, 19 September 2012 | 13:42 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Petugas pemadam kebakaran melintas tak jauh dari lokasi kebakaran Pasar Turi lama, Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/9). Api yang berasal dari kios lantai dua pusat grosir terbesar di Indonesia timur tersebut berhasil dipadamkan selama kurang lebih delapan jam setelah 35 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/ama/12
Petugas pemadam kebakaran melintas tak jauh dari lokasi kebakaran Pasar Turi lama, Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/9). Api yang berasal dari kios lantai dua pusat grosir terbesar di Indonesia timur tersebut berhasil dipadamkan selama kurang lebih delapan jam setelah 35 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/ama/12 (Antara)
Pedagang tidak akan melunakkan sikapnya kepada pemerintah kota Surabaya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menilai Pemkot Surabaya, tidak sigap menangani pedagang pascakebakaran Pasar Turi Lama.

Pemkot diminta segera membuat terobosan, agar nasib pedagang tidak terkatung-katung, dan bisa menjalankan roda perekonomiannya kembali.

“Saya menilai Pemkot tidak tegas dan tidak sigap menangani nasib pedagang. Jangan tetap lamban, karena seharusnya cepat berfikir cerdas, menyiapkan tempat penampungan sementara (TPS),” ujar Masduki Toha, Anggota Komisi D (Kesra) DPRD Surabaya yang dikonfirmasi, Rabu (19/9) pagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pasar Turi Lama tiga lantai milik Pemkot Surabaya yang dibangun di atas lahan 1,6 hektar, milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terdiri dari 973 stan itu, ludes terbakar, Minggu (16/9) hingga Senin (17/9) pagi.

Politisi dari PKB yang juga mantan anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, pada periode sebelumnya itu, lebih lanjut mendesak Pemkot untuk segera menyediakan TPS, bagi pedagang korban kebakaran Pasar Turi lama, agar bisa menyambung hidupnya dan roda ekonominya.

“Kajian memang perlu, tetapi jika kepastian waktunya tidak ada, pedagang akan bingung memutar roda ekonominya,” katanya.

Dikatakan bahwa waktu kajian tidak boleh terlalu lama, karena perekonomian tidak boleh terlalu lama vakum.

Karena lahan Pasar Turi Lama itu milik PT KAI, maka Masduki berharap Pemkot segera membicarakannya, sesuai MoU-nya terdahulu.

Sebagai anggota komisi DPRD Kota Surabaya yang membidangi (Kesra), ia mengaku siap menampung aspirasi pedagang.

Secepatnya kita akan mengumpulkan para pedagang dan kita dengar, apa saran mereka.

“Kalau hubungan dengan PT KAI, itu urusan Pemkot,” ujar Masduki, yang meminta aparat kepolisian serius dalam melakukan penyelidikan kebakaran Pasar Turi lama.

Selain itu, polisi juga diharap lebih transparan, membeberkan hasil penyelidikan dan penyidikannya ke masyarakat.

“Kan ada anak pedagang yang menemukan botol berisikan spiritus," katanya.

Sekarang tinggal bagaimana kepolisian serius untuk mengungkapnya, tambahnya.

Sementara itu Polrestabes Surabaya beserta jajarannya, terus mendalami kasus kebakaran Pasar Turi Lama dengan melakukan pemeriksaan sebanyak 15 orang saksi secara maraton.

Menurut Kapolsek Bubutan AKP Suryo Hapsoro, delapan orang diperiksa di Mapolsek Bubutan dan selebihnya di Mapolrestabes Surabaya.

Ingatkan Pemkot

Meski permintaannya ditanggapi positif Asisten II Administasi Umum Pemkot Surabaya, M Taswin, puluhan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Turi Tahap III, mengatakan akan terus menuntut dan tidak akan melunak pada Pemkot Surabaya.

Mereka yang mendatangi ke kantor Pemkot Surabaya, Selasa (18/9) kemarin, rata-rata sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Turi.

Beberapa pedagang di antaranya, termasuk Djuhadi Ihsan (60) yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi Tahap III, mengaku sudah berdagang di Pasar Turi sejak sebelum 1960.

“Yang penting kami akan berusaha selalu jujur, bersatu dan kompak. Semua pengurus akan tegas membentengi permasalahan ini beserta segala asumsi perihal kebakaran Pasar Turi Lama," kata Djuhadi di lantai dua Kantor Balai Kota Surabaya, Selasa kemarin.

Djuhadi bersama puluhan pedagang lainnya, memahami persoalan pelik yang sedang dihadapi. Para pedagang ini akan memberi waktu kepada pemkot untuk segera membangun TPS.

“Kami datang ke Pemkot untuk memperhatikan setiap tindakan Pemkot. Kalau lengah, akan kami ingatkan. Ini demi kepentingan hidup anak dan cucu kami, "ujar Djuhadi pemilik toko sembako, di lantai satu Pasar Turi Lama yang mengaku mengalami kerugian tidak kurang dari setengah miliar, karena barang dagangannya ludes dilalap api.

Djuhadi bersama para pedagang lainnya mengaku tidak bisa tenang, karena harus memikirkan sumber penghasilan.

“Kami hanya memiliki satu sumber penghasilan, berdagang. Kalau kami tak ada tempat untuk berjualan, lalu kami dapat uang dari mana,” akunya.

Terbakarnya Pasar Turi Lama membuat para penghuninya resah.

Dengan tidak ada stan untuk berdagang, mereka terancam tak mendapat penghasilan.

Karena itu, sebagian dari pedagang segera bertindak cepat. Mereka segera mencari tempat berdagang sementara.

“Saya ke sini untuk menempel pengumuman kalau stan saya sudah pindah,” ujar Sulastri (55), salah satu pedagang yang minta ijin petugas untuk menempelkan pengumuman di depan stan miliknya yang ludes terbakar, Selasa, kemarin.

Lastri mengatakan, dirinya harus segera berdagang lagi karena order barang pesanannya segera datang.

Untuk sementara ia akan memindahkan stan ke rumahnya di Jalan Dupak. Sedang sebagian besar barang dagangannya dititipkan ke saudara-saudara yang mempunyai stan di tempat lain.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon