Enam Kecamatan di Temanggung Rawan Angin Puting Beliung
Senin, 15 Oktober 2012 | 05:36 WIB
Daerah tersebut rawan mengalami bencana angin ribut saat pergantian musim kemarau ke musim hujan.
Sebanyak enam dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rawan terjadi bencana angin ribut atau puting beliung pada masa pancaroba.
Seperti dipaparkan Kasi Penanganan Darurat dan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto di Temanggung, enam kecamatan tersebut yakni Kandangan, Temanggung, Tembarak, Selopampang, Parakan, Bansari, dan Pringsurat.
"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di sejumlah wilayah kecamatan tersebut rawan bencana alam angin ribut saat pergantian musim kemarau ke musim hujan," ungkapnya.
Lebih lanjut menurut Eko, sebagian desa di enam kecamatan itu tahun lalu mengalami bencana angin ribut, namun tidak ada korban jiwa melainkan hanya rumah rusak ringan maupun berat.
Eko menyebutkan, beberapa desa yang ditimpa bencana tersebut, antara lain Kowangan, Kebonsari, Walitelon, Tlogomulyo, dan Mondoretno.
Masyarakat di daerah rawan bencana tersebut untuk selalu waspada jika terjadi hujan disertai angin.
Untuk mengantisipasi kejadian bencana alam, BPBD akan mengadakan penyuluhan dan simulasi kepada masyarakat agar tanggap terhadap bencana.
"Tidak hanya di desa rawan bencana angin rebut saja, melainkan ke desa-desa lain yang rawan tanah longsor," ujarnya.
Sebanyak enam dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rawan terjadi bencana angin ribut atau puting beliung pada masa pancaroba.
Seperti dipaparkan Kasi Penanganan Darurat dan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto di Temanggung, enam kecamatan tersebut yakni Kandangan, Temanggung, Tembarak, Selopampang, Parakan, Bansari, dan Pringsurat.
"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di sejumlah wilayah kecamatan tersebut rawan bencana alam angin ribut saat pergantian musim kemarau ke musim hujan," ungkapnya.
Lebih lanjut menurut Eko, sebagian desa di enam kecamatan itu tahun lalu mengalami bencana angin ribut, namun tidak ada korban jiwa melainkan hanya rumah rusak ringan maupun berat.
Eko menyebutkan, beberapa desa yang ditimpa bencana tersebut, antara lain Kowangan, Kebonsari, Walitelon, Tlogomulyo, dan Mondoretno.
Masyarakat di daerah rawan bencana tersebut untuk selalu waspada jika terjadi hujan disertai angin.
Untuk mengantisipasi kejadian bencana alam, BPBD akan mengadakan penyuluhan dan simulasi kepada masyarakat agar tanggap terhadap bencana.
"Tidak hanya di desa rawan bencana angin rebut saja, melainkan ke desa-desa lain yang rawan tanah longsor," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




