Kemenhub: Truk ODOL Sering Jadi Sumber Kecelakaan

Kamis, 24 Februari 2022 | 18:57 WIB
H
YD
Penulis: Herman | Editor: YUD
Truk barang.
Truk barang. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah belakangan ini rutin menggelar operasi truk Over Dimension dan Over Loading (ODOL) di sejumlah ruas tol. Pasalnya kendaraan ODOL kerap menjadi penyebab kecelakaan di jalan raya karena kondisi yang tidak layak. Contohnya kecelakaan maut di Balikpapan pada pertengahan Januari 2022 lalu yang melibatkan truk ODOL.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi mengungkapkan, selain menjadi penyebab kecelakaan, truk ODOL juga kerap merusak infrastruktur transportasi baik jembatan maupun jalanan karena ukuran dan angkutannya yang melebihi ketentuan.

"Mobil truk dengan muatan lebih sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban pengemudi itu sendiri dan juga pengemudi kendaraan lain, selain tentunya kerusakan jalan yang cukup besar. Menteri PUPR pernah menyampaikan sekitar Rp 45 triliun anggaran pemerintah untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat Ojol," kata Budi Setyadi dalam konferensi pers secara daring, Kamis (24/2/2022).

Budi menyampaikan, kecelakaan yang melibatkan truk ODOL juga disebabkan karena truk tersebut melaju dengan kecepatan lambat.

"Kalau di jalan tol, kendaraan truk yang ODOL potensinya kecepatan lambat, bisa sekitar 30 km/jam. Dalam satu bulan saya pernah mendapatkan data tidak kurang sekitar 30-40 kecelakaan dari Jakarta-Cikampek adalah kecelakaan yang diakibatkan kecepatan truk yang lambat karena ODOL, ditabrak oleh mobil-mobil kecil dengan kecepatan tinggi, terutama di malam hari. Ini akibatnya juga cukup fatal karena kecelakaan mobil dengan kecepatan tinggi biasanya korbannya meninggal dunia," ungkap Budi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon